Apakah Piala FA tak lagi berharga untuk klub Inggris

Wasit Craig Pawson bersiap memimpin laga Piala FA antara Chelsea dan Scunthorpe di Stamford Bridge, London, 10 Januari 2016
Wasit Craig Pawson bersiap memimpin laga Piala FA antara Chelsea dan Scunthorpe di Stamford Bridge, London, 10 Januari 2016

Mantan manajer West Ham United dan Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, mengatakan Piala FA tidak lagi cukup penting bagi klub Inggris. Hal itu dikatakan Redknapp melalui tulisannya di The Telegraph, Minggu (10/1/2016).

Sejumlah faktornya, menurut pria Inggris berusia 68 ini, adalah kekhawatiran degradasi dan ketakutan kehilangan uang (tampil). Alhasil, sejumlah tim menurunkan para pemain lapis kedua setiap menjalani partai Piala FA.

Namun pada putaran ketiga (9-10/1), menurut Redknapp, klub juga diganggu cedera pemain. Apalagi pertandingan turnamen sepak bola tertua di dunia ini dilakukan setelah pekan sibuk EPL Liga Inggris pada akhir 2015 dan sebelum laga tengah pekan pada Selasa-Rabu besok (12-13/1).

"Liga Premier harus menyelesaikan masalah ini dengan FA demi Piala FA. Keputusan memainkan pertandingan liga pada Selasa atau Rabu justru bikin Piala FA tak lagi berharga. Kenapa Liga Premier harus menyelenggarakan pertandingan tengah pekan saat ini?" tulis Redknapp.

Kompetisi reguler yang masif memang membuat tim harus berkompromi dengan ajang turnamen domestik seperti Piala FA atau Piala Liga Inggris. Apalagi bila klub sedang berjuang masuk zona Liga Champions atau tengah terancam degradasi.

Norwich City, Swansea, dan Sunderland adalah sebagian contoh. Tiga klub ini sedang berjuang menghindari degradasi. Alhasil mereka menurunkan nontim utama sehingga tersingkir dan kini hanya fokus pada EPL dalam sisa musim.

Argumentasi Redknapp disepakati Alan Pardew, manajer Crystal Palace, yang mengatakan Piala FA sudah tak berharga untuk diseriusi. Pardew menurunkan skuat utama dan akhirnya berhasil menang 2-1 atas Southampton pada Sabtu (9/1).

"Kami sadar tim-tim papan bawah akan kesulitan memainkan partai piala seperti ini setelah menjalani masa natal yang sibuk. Itu sebabnya saya selalu katakan jadwal putaran ketiga Piala FA harus diubah. Tidak adil untuk kompetisi.

"Kami bisa menurunkan skuat utama karena posisi di liga cukup bagus (peringkat tujuh). Bila tim saya di papan bawah, mungkin saya fokus pada partai hari Selasa besok (melawan tuan rumah Aston Villa).

"Itu menurunkan nilai Piala FA. Seharusnya mereka memperhatikan jadwal," kata Pardew dikutip Sky Sports.

Alhasil, sorotan memang ditujukan kepada FA sebagai pemilik hajatan. Eddie Howe, manajer Bournemouth, mengatakan kemerosotan arti penting Piala FA justru gara-gara FA.

Bournemouth menundukkan Birmingham City 2-1 di Piala FA pada Sabtu dan pada Selasa esok akan menjamu West Ham United di EPL.

"Saya pikir FA merusak kompetisi ini. Jika Piala FA mau dianggap sebagai kompetisi terbaik di dunia dan tetap teratas di sepak bola Inggris, saya tak yakin membuat jadwal seperti ini bisa mewujudkan keinginan itu," katanya dikutip The Sun.

Sejauh ini belum ada komentar dari FA. Tapi klub besar tetap menganggap penting Piala FA. Guus Hiddink, manajer Chelsea, menyatakan The Blues tak boleh tersandung di Piala FA.

Hal itu dikatakan Hiddink sebelum akhirnya Chelsea menang 2-0 atas Scunthorpe United pada Minggu. Kebetulan, Hiddink mengantar Chelsea juara Piala FA pada 2009 saat pertama kali menjadi pelatih sementara.

Harry Redknapp saat masih menangani Tottenham Hotspur pada 2012
Harry Redknapp saat masih menangani Tottenham Hotspur pada 2012


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RvWPwW
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat