Apakah ini waktunya Arsenal mengakhiri paceklik gelar

Para pemain Arsenal menyambut Laurent Koscielny (kedua dari kanan) yang mencetak gol tunggal kemenangan atas Newcastle United, 2 Januari 2015
Para pemain Arsenal menyambut Laurent Koscielny (kedua dari kanan) yang mencetak gol tunggal kemenangan atas Newcastle United, 2 Januari 2015

Arsenal mengambil alih puncak klasemen EPL per akhir tahun 2015 dari tangan Leicester CIty. Bahkan sampai Senin WIB (4/1/2016), The Gunners telah unggul dwi poin dari Leicester menyusul kemenangan 1-0 atas Newcastle United pada 2 Januari lalu.

Dalam 14 tahun terakhir, menurut Sky Sports, Arsenal pernah memimpin klasemen EPL pada pergantian tahun sebanyak tiga kali. Tapi tak satu pun dari tiga kesempatan berbeda itu berakhir dengan trofi juara pada akhir musim.

Dan kebetulan sejak 2005, hanya Arsenal dan Liverpool yang gagal menjuarai EPL meski sempat memimpin klasemen pada 1 Januari. Lalu apakah Arsenal kali ini bisa mengakhiri catatan buruk itu sekaligus meraih trofi EPL pertama sejak musim 2003-04?

Sky Sports sebenarnya mengunggulkan Arsenal. Demikian pula Euro Club Index buatan Infostrada. Mereka menilai skuat Arsene Wenger adalah kandidat kuat juara Liga Inggris.

Wenger mengatakan skuatnya sudah cukup matang dan punya kualitas untuk bersaing meraih gelar juara untuk pertama kali dalam 12 tahun. Tak lupa, manajer asal Prancis itu mengingatkan fakta tunggal EPL; Arsenal adalah satu-satunya tim yang pernah juara EPL tanpa terkalahkan.

Selain itu, Wenger kelihatan berusaha mencatat sisi positif pada statistik hubungan pemimpin klasemen per tahun baru dan peluang menjuarai EPL.

"Kami punya peluang karena tim yang memimpin klasemen pada tahun baru dalam delapan dari 11 tahun terakhir mampu juara," katanya.

Manajer berusia 66 itu juga menunjukkan sejumlah perubahan kunci pada Arsenal hingga berimbas pada kualitas tim. Kepada laman Arsenal.com, Wenger menunjuk peran kiper Petr Cech (33).

Pemain dari Republik Cek itu diboyong dari klub sesama London, Chelsea, pada musim panas lalu. Cech jelas menjadi katalis pada performa Arsenal di lini belakang.

Contoh terbaru, saat Newcastle melepas 11 tembakan, Cech menggagalkan lima di antaranya. Demikian statistik itu dicatat Stats Zone - FourFourTwo. Dan musim ini, Arsenal adalah tim ketiga paling sedikit kebobolan (18 gol) setelah Tottenham Hotspur dan Manchester United.

"Pertahanan kami makin solid berkat kehadiran Petr dan memungkinkan kami menang. Apabila Cech tampil seperti ini terus, gawang kami bisa tak kebobolan. Dia memang pemain hebat, kelas dunia," kata Wenger.

Pemain berikut yang menjadi penentu kebangkitan Arsenal adalah pengatur permainan Mesut Oezil (27). Pemain Jerman yang mendapat liburan khusus selama satu pekan dari Wenger ini adalah kunci bagi pundi gol Arsenal.

Sepanjang 2015, Oezil membuat 20 operan kunci (assists) sekaligus terbanyak di antara lima kompetisi domestik paling tenar di Eropa. 16 assists di antaranya dibuat pada musim ini.

"Tanpa ragu, Mesut adalah pemain terbaik sejauh ini. Dia makin baik dan makin baik lagi. Anda hanya perlu membuat kontak mata dengan dia. Sekali Anda melakukan itu, dia paham Anda mau ke mana," ujar pemain sayap Theo Walcott yang tampil kompak bersama Oezil.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1YZrLV9
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat