Apakah Anda optimistis ekonomi Indonesia 2016 akan membaik?

Para karyawan dan undangan meniup terompet bersama-sama saat penutupan perdagangan bursa saham akhir tahun di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12).
Para karyawan dan undangan meniup terompet bersama-sama saat penutupan perdagangan bursa saham akhir tahun di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12).

Kondisi ekonomi nasional mengalami masa berat pada 2015 akibat perlambatan ekonomi dunia, harga komoditas turun, kebakaran hutan dan lahan gambut, serta nilai tukar rupiah yang merosot.

Dalam pidato pada acara pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/1/2015), Presiden Joko Widodo mengatakan pengalaman sepanjang 2015 menjadi modal berharga menghadapi tantangan baru tahun ini. Ia optimistis ekonomi Indonesia 2016 akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski bursa saham justru dibuka di zona merah alias turun.

Jokowi meminta agar pelaku usaha percaya diri dan optimistis menghadapi tahun 2016. Ia pun mendedahkan indikator ekonomi selama 2015 seperti pendapatan negara, penerimaan pajak dan non pajak, serapan belanja negara, inflasi dan lajur pertumbuhan ekonomi.

Data ekonomi tentu saja dapat dipandang dari sisi optimisme dan sebaliknya pesimisme. Mungkin Anda masih ingat ketika dua koran nasional menulis judul bertolak belakang pada hari sama menjelang akhir tahun dengan sumber data dari Badan Pusat Statistik. Satu menulis "Perekonomian Mulai Membaik", satu lagi "Ekonomi Lesu, Penganggur Melonjak".

Lalu, bagaimana Anda memandang peluang ekonomi Indonesia tahun ini? Apakah Anda optimistis ekonomi Indonesia 2016 akan membaik? Ikuti jajak pendapat di bawah ini.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OF8ZfY
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat