Apa kata Presiden Jokowi di Rakernas PDIP

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, 10 Januari.
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kemayoran, Jakarta, 10 Januari.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan resmi dibuka pada Minggu (10/1) di Aula D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Pada acara yang digelar sebagai sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-43 PDIP, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dan menyampaikan pidato.

Dalam salah satu poin sambutannya, Presiden Jokowi membantah anggapan kalangan tertentu yang menyebutnya tidak memiliki ketegasan dalam memimpin Negara.

"Ada yang bilang saya tidak tegas, tidak berani. Tapi saya tenggelamkan 107 kapal," ujarnya dikutip Kompas.

Hingga pengujung tahun 2015, telah 107 kapal nelayan tanpa izin telah ditenggelamkan. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan masih ada 70 kapal yang menunggu ditenggelamkan. Puluhan kapal itu terbukti melanggar tidak pidana penangkapan ikan ilegal.

Salah seorang kader PDIP itu pun mengutarakan keberhasilan dalam upaya memberantas kejahatan narkoba. Setidaknya, sepanjang 2015, 14 terpidana narkoba telah menjalani eksekusi mati, yang berlaku dalam dua tahap.

Jokowi pula menyisipkan ihwal penutupan anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) dalam uraiannya.

"Ada yang bilang tidak tegas, tidak berani, tapi tahun kemarin sudah dibekukan namanya Petral. Kalau menterinya tidak diperintah, mana berani itu," ucapnya.

Selain menyinggung prestasinya sebagai pemimpin, sang presiden mengutarakan konsistensi PDIP sebagai partai yang menjaga ideologi.

"Kita patut bersyukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, di usianya yang ke-43 PDIP tetap konsisten menjadi partai ideologis, mampu menjaga soliditias, dan menjadi partai yang kuat dan berkuasa di Tanah Air," ujar Jokowi dikutip CNN Indonesia.

Pada hematnya, prestasi itu takkan dicapai PDIP tanpa keteguhan hati dan prinsip kuat ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri. Jokowi berpandangan kader-kader "ulet dan tahan banteng" PDIP turut menopang pencapaian prestasi partai.

Sementara itu, Megawati dalam pidato pembukaan acara yang dijadwalkan berakhir Selasa (12/1) sempat menyentuh masalah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai salah satu poin pidato. Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa "tidak perlu takut. Kewaspadaan tetaplah diperlukan. Kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang ada, guna menjawab tantangan liberalisasi terkait dengan arus bebas tenaga kerja terampil."

Acara dihadiri oleh tokoh-tokoh penting lanskap politik tanah air, di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Try Sutrisno, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beserta wakilnya Djarot Saiful Hidayat, dan pelaksana tugas Ketua DPR Fadli Zon.

Beberapa menteri kabinet Jokowi - JK juga turut hadir dalam acara.

Rakernas mengusung tema "Mewujudkan Trisakti Melalui Pembangunan Nasional Semesta Berencana untuk Indonesia Raya" dan akan merumuskan sejumlah program kerja PDI Perjuangan sekaligus persiapan menghadapi pilkada serentak 2017, 2018 dan Pemilu 2019.

Pada pilkada serentak sebelumnya, PDI Perjuangan menang di 154 daerah dari 269 daerah penyelenggara.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RCDGaJ
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat