6 kiat lepas dari ketergantungan pada ponsel

Ponsel selalu menempel kemana pun pergi, termasuk ketika berkumpul dengan kerabat.
Ponsel selalu menempel kemana pun pergi, termasuk ketika berkumpul dengan kerabat.

Telepon pintar nampaknya semakin merasuki gaya hidup manusia modern. Gawai canggih ini selalu menempel kemana pun pergi, termasuk ketika sedang berada di dalam kakus hingga masuk ke dalam ruang tidur di malam hari.

Indeks Ponsel dan Tablet Telstra 2014 mengungkap 84% pemilik ponsel selalu meletakkannya dalam jangkauan. Sementara 71% selalu menjaga ponsel tetap menyala 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam sepekan.

Banyak orang kini mengidap "no mobile phobia" atau "nomophobia" atau ketakutan jauh dari ponsel. Memperbaharui status di Facebook, mengunggah foto ke Instagram, mengirimkan cuitan ke Twitter, berbalas pesan di WhatsApp menjadi kebiasaan yang menyebalkan apalagi ketika semua itu terjadi saat sedang bertatap muka dengan orang lain.

Pertemuan dengan orang lain yang seharusnya dimeriahkan dengan cerita-cerita seru, justru dilakukan dengan menundukkan kepala ke layar ponsel dan cenderung tidak memperhatikan orang atau lingkungan sekitarnya.

Elizabeth Tenety dari Washington Post memaparkan lima langkah yang bisa membuat kita lepas dari ponsel dan bisa lebih erat berhubungan dengan orang lain.

1. Membaca email di pagi hari jangan dijadikan kegiatan yang utama

Claire Diaz Ortiz, seorang ahli media sosial yang menjadi karyawan di Twitter, mengatakan,"Meskipun saya bisa melihat selintas saat bangun pagi, sebenarnya saya baru bisa membalas email setelah saya menyelesaikan kerutinan pagi saya, yaitu membaca, menulis jurnal, berdoa, meditasi. Semua itu akan membantu saya untuk menyelesaikan tugas sepanjang hari."

2. Tentukan cara menggunakan ponsel

Jangan biarkan pengaturan ponsel bawaan pabrik yang akan mengirimkan notifikasi pesan baru, pemberitahuan masuknya email, volume suara yang memekakkan telinga. Semua itu akan mendikte kehidupan. Aturlah notifikasi mana yang paling penting yang bisa muncul di layar ponsel.

Atur juga senis suara dan volume masing-masing notifikasi. Dengan demikian kita tidak harus bereaksi terhadap setiap notifikasi yang masuk ke ponsel.

3. Tentukan batas tempat dan waktu penggunaan ponsel.

Apakah email sebegitu pentingnya sehingga Anda harus memeriksanya ketika sedang berhenti di perempatan jalan? Apakah Anda memang harus memperbaharui status Facebook ketika sedang antri membayar di kasir pasar swalayan?

Satu aturan yang wajib ditaati adalah jangan gunakan ponsel ketika Anda sedang berinteraksi tatap muka dengan orang lain. Jika 875 teman Anda di Facebook memang penting, seharusnya Anda juga menganggap penting seorang teman yang nyata-nyata sedang berada di depan Anda.

4. Jadilah teladan.

Apakah Anda sering memeriksa surat elektronik via telepon pintar saat makan bersama anak? Sebaiknya hentikan kebiasaan itu. Sebab, anak-anak terobsesi dengan teknologi karena melihat orangtuanya. Dan obsesi terhadap teknologi bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mental anak.

Jadi, mulai sekarang jangan gunakan ponsel ketika berkumpul dengan keluarga di malam hari. Singkirkan ponsel dari meja makan. Jangan nyalakan ponsel ketika tidur, terutama ketika Anda benar-benar membutuhkan tidur tanpa gangguan apa pun.

5. Amati bagaimana kebiasaan Anda menggunakan ponsel.

Edward M. Hallowell, penulis buku Driven to Distraction at Work yang mengulas tentang cara meningkatkan fokus dan produktivitas, mengatakan bahwa mengurangi perhatian pada layar ponsel akan membuat hidup lebih nyaman. Cobalah membuat daftar kegiatan yang menyenangkan dan produktif ketika Anda tidak sedang memegang ponsel.

6. Matikan ponsel

Banyak ahli yang mengungkapkan adanya peningkatan produktivitas ketika ponsel dimatikan selama satu jam dalam sehari atau dimatikan pada akhir pekan.

"Janganlah selalu menatap layar ponsel jika memang hal itu membuat Anda tidak produktif," ujar Diaz-Ortiz.

Lepas sejenak dari teknologi untuk kembali bercengkerama dengan teman, kerabat, keluarga dan alam sebenarnya akan memulihkan lagi kemampuan kita agar lebih efektif ketika kembali online.

Manusia ditakdirkan untuk berhubungan dengan manusia lainnya secara langsung bertatap muka, tidak hanya lewat layar gawai.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1TOBnk5
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat