5 hal yang lebih produktif dari resolusi

Resolusi bukan jaminan adanya perbaikan. Lebih baik lakukan hal-hal yang lebih produktif.
Resolusi bukan jaminan adanya perbaikan. Lebih baik lakukan hal-hal yang lebih produktif.

Tahun sudah berganti. Apakah Anda punya resolusi?

Sah saja jika ya. Melihat tahun baru sebagai awal baru adalah hal lumrah. Tidak pun tak mengapa. Bahkan mungkin lebih baik. Ini menurut psikolog sosial Harvard Business School, Amy Cuddy.

"Kita sangat buruk dalam hal menetapkan target yang masuk akal," kata Cuddy pada Business Insider. Dan ketika kita tidak mencapainya, kita cemas lalu merasa harga diri berkurang.

Menurut Cuddy, ada empat kesalahan umum dengan resolusi tahun baru.

  1. Pernyataan mutlak tentang apa yang akan kita lakukan. Padahal praktiknya berbeda.
  2. Kita cenderung fokus pada perilaku yang ingin diubah, dan hal-hal yang tak disukai dari diri sendiri. Ini sama saja terjebak sikap negatif.
  3. Terlalu fokus pada hasil bukan proses.
  4. Kita bergantung pada kekuatan luar dalam mewujudkannya. Orang lain, dan keberuntungan, misalnya.

Cuddy adalah penulis buku Presence. Lewat bukunya, Cuddy menyajikan cara ilmiah untuk menyelaraskan ucapan dan perilaku nonverbal dengan keyakinan kita, kemampuan, dan nilai-nilai untuk menghasilkan kondisi batin sinkron yang beresonansi dan terhubung dengan orang lain.

Jika berubah pikiran, mungkin praktik ini lebih masuk akal. Elite Daily menyarankan hal-hal yang lebih produktif dibanding membuat resolusi tahun baru.

  1. Tentukan, setahun lagi Anda ingin menjadi seperti apa. Teman yang lebih baik? Belajar main musik? Mencoba karir di industri baru?
  2. Cari tahu cara meningkatkan kemampuan dalam melakukan hal yang Anda ingin kuasai dengan baik. Misal Anda ingin membentuk tubuh. Cari tahu diet yang tepat dan olah raga yag mendukung.
  3. Buat rencana untuk menuju ke sana, dan lakukan. Mendaftarkan diri di pusat kebugaran tidak sama dengan membuat rencana. Anda harus lebih konkret. Misal, saya akan olah raga 30 menit di pusat kebugaran setiap hari sebelum ke kantor.
  4. Tentukan target dan titik pencapaian. Misal dalam satu bulan, Anda ingin mengurangi berat badan satu kilogram. Pastikan Anda menciptakan banyak kesempatan untuk mencapai titik pencapaian.
  5. Ceritakan pada teman, keluarga, sebanyak mungkin orang tentang apa yang sedang Anda lakukan. Karena Anda tak akan mencapai target tanpa akuntabilitas. Jika banyak orang tau, mereka akan mendukung rencana Anda.

Jika berubah pikiran, mungkin praktik ini lebih masuk akal. Elite Daily menyarankan hal-hal yang lebih produktif dibanding membuat resolusi tahun baru.

  1. Tentukan, setahun lagi Anda ingin menjadi seperti apa. Teman yang lebih baik? Belajar main musik? Mencoba karir di industri baru?
  2. Cari tahu cara meningkatkan kemampuan dalam melakukan hal yang Anda ingin kuasai dengan baik. Misal Anda ingin membentuk tubuh. Cari tahu diet yang tepat dan olah raga yag mendukung.
  3. Buat rencana untuk menuju ke sana, dan lakukan. Mendaftarkan diri di pusat kebugaran tidak sama dengan membuat rencana. Anda harus lebih konkret. Misal, saya akan olah raga 30 menit di pusat kebugaran setiap hari sebelum ke kantor.
  4. Tentukan target dan titik pencapaian. Misal dalam satu bulan, Anda ingin mengurangi berat badan satu kilogram. Pastikan Anda menciptakan banyak kesempatan untuk mencapai titik pencapaian.
  5. Ceritakan pada teman, keluarga, sebanyak mungkin orang tentang apa yang sedang Anda lakukan. Karena Anda tak akan mencapai target tanpa akuntabilitas. Jika banyak orang tau, mereka akan mendukung rencana Anda.


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RdspgS
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat