5 hal yang bisa menggugurkan garansi motor baru

Ilustrasi motor yang digunakan untuk balapan.
Ilustrasi motor yang digunakan untuk balapan.

Saat ini setiap pembelian sepeda motor baru pasti disertai dengan garansi langsung dari produsen, bahkan kadang sudah dilengkapi pula dengan asuransi kendaraan tersebut.

Biasanya pabrikan memberikan garansi mesin selama tiga tahun atau 30.000 km penggunaan, tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Sementara motor dengan mesin sistem injeksi biasanya mendapat garansi lebih lama, mencapai lima tahun atau 50.000 km penggunaan.

Selain itu, ada juga garansi terpisah untuk sistem kelistrikan motor yang biasanya berlaku selama satu tahun atau 10.000 km.

Akan tetapi, garansi tersebut tentu saja baru berlaku jika segala persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi oleh pemilik kendaraan.

Nah, bagi pemilik motor baru, ada beberapa hal yang harus Anda waspadai karena biasanya menjadi penyebab tidak berlakunya atau gugurnya garansi kendaraan Anda walau masa berlakunya belum habis.

Setidaknya, ada 5 hal yang biasanya menyebabkan garansi motor Anda tak berlaku, yakni:

1. Buku servis dan garansi hilang atau rusak

Garansi tentu gugur jika buku garansi hilang atau rusak. Oleh karena itu sebaiknya Anda menyimpan bukti garansi tersebut di tempat yang aman dan mudah diingat. Saat membeli motor, pastikan Anda mendapatkan buku servis dari diler tempat membeli motor.

2. Tidak melakukan perawatan secara berkala sesuai ketentuan

Motroad menulis bahwa hal ini juga tak bisa diremehkan. Jika Anda tidak melakukan servis secara rutin sesuai dengan ketentuan pada buku servis, otomatis garansi kendaraan akan hilang.

3. Melakukan servis di luar bengkel resmi

Idealnya, untuk melakukan perawatan berkala, pihak pabrikan selalu menyarankan untuk dilakukan di bengkel resmi, bukan di sembarang bengkel.

Memodifikasi motor juga dapat menghilangkan garansi seperti dituliskan Otobanten, seperti pemasangan aksesori atau penggunaan suku cadang selain yang dianjurkan pabrikan.

Selain itu, menggunakan minyak pelumas (oli) yang tidak sesuai dengan rekomendasi yang tertera pada buku pedoman pemilik juga bisa menggugurkan garansi.

4. Penggunaan tak sesuai peruntukan

Hal selanjutnya yang dapat menghilangkan garansi adalah Anda menggunakan motor tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan pada buku pedoman pemilik. Misalnya motor yang digunakan dalam kegiatan balap motor.

5. Modifikasi bagian kelistrikan motor

Apabila dicermati, banyak kasus garansi ditolak karena modifikasi kendaraan pada bagian kelistrikan. Modifikasi ini biasa dilakukan untuk memasang alarm pada motor atau lampu bohlam yang berbeda dari standar pabrikan.

Oleh karena itu, jika motor yang Anda miliki masih dalam masa garansi, pertimbangkan dengan masak bila ingin memodifikasi motor tersebut. Kami juga menyarankan untuk selalu melakukan servis di bengkel resmi, apapun kerusakannya.

Selain itu, perlu diperhatikan juga biasanya garansi hanya berlaku untuk perbaikan atau penggantian suku cadang yang rusak yang diakibatkan kesalahan pada saat proses produksi, kesalahan bahan material produk, dan kesalahan konstruksi kendaraan. Demikian seperti dituliskan Honda Cengkareng.

Ada juga beberapa komponen yang cepat habis masa penggunaannya (fast movers) sehingga kerap tidak termasuk dalam suku cadang yang masuk pertanggungan dalam garansi. Komponen tersebut antara lain:

  • Ban luar dan ban dalam,
  • Busi, Aki/Baterai,
  • Kanvas rem, kanvas kopling,
  • Saringan bensin, saringan oli mesin, elemen saringan udara,
  • Bola lampu, sekring,
  • Oli mesin, oli gir, gemuk (grease),
  • Roller Weight (khusus skuter matik),
  • Selang bahan bakar (khusus PGM-FI),
  • Filter pompa bahan bakar (khusus PGM-FI).


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1P0xZ7L
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat