WhatsApp gagal melewati pergantian tahun dengan mulus

Peta pemantauan gangguan WhatsApp pada malam pergantian tahun 2016
Peta pemantauan gangguan WhatsApp pada malam pergantian tahun 2016

Fenomena padatnya lalu lintas perpesanan saat hari besar, kini dialami WhatsApp. Aplikasi pesan instan milik Facebook ini dilaporkan mengalami gangguan (down) saat pergantian tahun. Sebagian pengguna di beberapa negara sempat tak bisa menggunakan aplikasi ini, pada tengah malam menuju pergantian tahun 2015 ke 2016.

Situs web pemantau layanan di internet, Downdetector.com menunjukkan, WhatsApp yang memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif di seluruh dunia, dilaporkan mulai bermasalah sekitar pukul 9.34 malam waktu Amerika Serikat.

Dalam 24 jam terakhir, keluhan tentang terganggunya layanan WhatsApp bertebaran di Facebook dan Twitter. Laporan paling banyak datang dari pengguna di Eropa, dan di Amerika Serikat. Banyak pesan tak terkirim, andaipun masih bisa mengirim pesan. Sebagian lainnya pesannya tertunda, alias sama sekali tak terkirim.

Hingga saat ini, akun Twitter WhatsApp Status, yang biasanya mengabarkan status layanan tersebut jika mengalami gangguan, tak berkicau sedikitpun. Kicauan terakhir akun tersebut dibuat pada Februari 2014. Demikian pula di blog resmi mereka, blog.whatsapp.com, belum ada penjelasan resmi.

Kepada VenturaBeat yang meminta klarifikasi WhatsApp, diakui bahwa telah terjadi gangguan pada layanan mereka untuk sebagian pengguna.

"Beberapa orang telah mengalami galat saat mengakses WhatsApp, selama beberapa saat hari ini," ujar juru bicara WhatsApp kepada VentureBeat (31/12/2015) malam. "Kami sedang berusaha untuk mengembalikan layanan agar bisa diakses 100% oleh semua orang. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, " imbuh mereka.

Sekitar enam jam kemudian, mereka melaporkan layanan WhatsApp telah kembali normal. Namun tak ada penjelasan, mengapa gangguan ini bisa terjadi. Dugaan paling kuat adalah karena lonjakan jumlah pengiriman pesan saat malam pergantian tahun.

"Hari ini, beberapa pengguna tak bisa mengakses WhatsApp. Kami telah menginvestigasi masalahnya, dan berhasil mengembalikan status layanan seperti sediakala untuk semua pengguna. Kami mohon maaf, dan mengucapkan selamat tahun baru," demikian pernyataan WhatsApp yang dilansir VenturaBeat.

Berdasarkan peta pemantauan yang dirilis Downdetector.com, keluhan dari Indonesia tak dominan. Meski demikian, beberapa kicauan Twitter atau status Facebook dari Indonesia ada yang melaporkan turut mengalami gangguan saat mengirim pesan melalui WhatsApp. Laporan gangguan tampak lebih dominan di wilayah Singapura dan sebagian Malaysia.

Laporan gangguan penggunaan WhatsApp tak begitu menonjol dari Indonesia. Hanya tampak sedikit laporan dari pulau Jawa.
Laporan gangguan penggunaan WhatsApp tak begitu menonjol dari Indonesia. Hanya tampak sedikit laporan dari pulau Jawa.

Kenaikan lalu lintas telekomunikasi saat liburan hari besar seperti lebaran, Natal, dan tahun baru sudah biasa terjadi. Telkomsel misalnya, mencatat kenaikan lalu lintas jaringan pada malam Lebaran Idul Fitri 1436 H, atau 16 Juli 2015 lalu, sebesar 130 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, layanan SMS yang biasanya jadi favorit, menurun sekitar 6 persen.

Operator lainnya, XL Axiata, memprediksi jaringan wilayah timur mereka akan mengalami peningkatan beban hingga 20 persen saat Tahun Baru 2016, dibanding Natal 2015. Dilansir Antaranews, saat Natal XL mencatat kenaikan lalu lintas data sebesar 11 persen dibanding hari-hari biasa, dari 136.242 GB per hari, menjadi 151.192 GB per hari.

Sedangkan layanan voice malah turun 5 persen dari 31.927.517 menit per hari menjadi 30.216.866 menit per hari. Begitu pula SMS, turun 2 persen dari 32.324.370 SMS per hari menjadi 31.573.442 SMS per hari.

Pada pergantian tahun, XL Axiata Tbk (XL) wilayah timur sudah memprediksi mengalami kenaikan lalu lintas layanan data internet sebesar 20 persen dibanding lalu lintas data saat Natal; dari 151 GB per hari menjadi 181 GB per hari.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ZE5Ch8
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat