Tiket pesawat kelas ekonomi kini bisa diuangkan kembali

Petugas memeriksa sejumlah penumpang yang akan menuju pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Mulai 4 Januari 2016, penumpang kelas ekonomi yang membatalkan penerbangannya bisa meminta refund biaya tiketnya.
Petugas memeriksa sejumlah penumpang yang akan menuju pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Mulai 4 Januari 2016, penumpang kelas ekonomi yang membatalkan penerbangannya bisa meminta refund biaya tiketnya.

Kabar menyenangkan buat penikmat pesawat kelas ekonomi datang di tahun baru. Mulai sekarang, tiket kelas ekonomi bisa diuangkan kembali (refund) bila penumpang membatalkan penerbangannya. Ini sesuai dengan aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan.

Dalam aturan sebelumnya Peraturan Menteri Nomor 38 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Angkutan Udara Dalam Negeri perihal penukaran tiket ini tak diatur. Namun, aturan baru Peraturan Menteri Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, mengatur maskapai wajib mengembalikan biaya yang dibayarkan penumpang, jika penumpang membatalkan tiketnya. Aturan baru ini diundangkan pada 4 Desember 2015 dan akan berlaku sebulan sesudahnya.

Kini, jika penumpang membatalkan penerbangannya berhak meminta kembali duit yang telah dibayarkan. Layanan ini kini menjadi salah satu standar pelayanan sesuai aturan baru ini.

"Operator penerbangan dalam negeri wajib mengembalikan biaya jasa angkutan yang telah dibayarkan oleh calon penumpang, apabila penumpang membatalkan penerbangannya," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian, JA Barata seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (31/12). Menurut Barata, mekanisme dan prosentase jumlah pengembalian harga tiket diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 185/2015.

Sesuai pasal 10 peraturan itu, jika penumpang membatalkan tiketnya, prosentase pengembalian biaya tiket ditetapkan sebagai berikut:

1. Pengembalian sebelum 72 jam atau lebih sebelum keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 75 persen dari tarif dasar.

2. Pengembalian antara 72 jam hingga 48 jam sebelum keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 50 persen dari tarif dasar.

3. Pengembalian antara 48 jam hingga 24 jam sebelum sebelum keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 40 persendari tarif dasar.

4. Pengembalian antara 24 jam hingga 12 jam sebelum keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 30 persen dari tarif dasar.

5. Pengembalian antara 12 hingga 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 20 persen dari tarif dasar.

6. Pengembalian di bawah 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, biaya dikembalikan minimal 10 persen dari tarif dasar. Atau sesuai dengan kebijakan maskapai.

Biaya layanan penumpang (Passenger Service Charge), juga harus dikembalikan jika calon penumpang belum menggunakan layanan bandara. Jika penumpang sudah menggunakan layanan bandara, maka biaya itu disetor kepada pengelola bandara.

Sedangkan untuk kondisi force majeur, seperti bencana alam, penumpang bisa meminta kembali niladuit yang sudah dibayarkan untuk membeli tiket. Dengan pemotongan biaya administrasi sebesar 20 persen (untuk penerbangan full service), 15 persen (medium service) dan 10 persen (minimum service).

Jangka waktu pengembalian biaya tiket juga diatur. Selambat-lambatnya 15 hari kerja sejak pengajuan untuk pembelian tiket secara tunai dan 30 hari kerja sejak pengajuan untuk pembelian tiket dengan kartu kredit atau debet," ujar Barata.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1NVSUoQ
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat