Tahun depan, atlet berprestasi diberi tunjangan seumur hidup

Mantan atlet senam nasional yang menderita gagal ginjal, Amin Ikhsan, menunjukkan medali yang diperolehnya, Agustus 2015. Amin menderita gagal ginjal dan harus cuci darah berkala. Ia tinggal di tenda darurat yang didirikan dekat puing rumahnya di Jalan Karawang, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah akan memberikan tunjangan seumur hidup buat atlet yang berprestasi.
Mantan atlet senam nasional yang menderita gagal ginjal, Amin Ikhsan, menunjukkan medali yang diperolehnya, Agustus 2015. Amin menderita gagal ginjal dan harus cuci darah berkala. Ia tinggal di tenda darurat yang didirikan dekat puing rumahnya di Jalan Karawang, Bandung, Jawa Barat. Pemerintah akan memberikan tunjangan seumur hidup buat atlet yang berprestasi.

Pemerintah akan memberi tunjangan atlet berprestasi seumur hidup. Tunjangan itu akan direalisasikan mulai 2016. "Sementara tunjangan akan diberikan kepada atlet berprestasi olimpiade saja," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat Refleksi Akhir Tahun 2015 di Jakarta, Senin (28/12), seperti ditulis Antaranews.

Untuk atlet yang berprestasi di ajang Asian Games dan SEA Games tunjangan direncanakan mulai diberikan pada 2017. "Tergantung anggarannya," ujar Imam.

Dia mengatakan tunjangan itu akan diberikan kepada 32 atlet pemenang olimpiade dari yang pertama hingga yang terakhir. Untuk peraih medali emas diberi tunjangan Rp20 juta per bulan. Peraih medali perak diganjar Rp15 juta per bulan. Sementara untuk perunggu diberi Rp10 juta per bulan. "Tunjangan diberi tiga bulan sekali, tidak putus hingga akhir hayat mereka," ujarnya.

Tunjangan ini juga diberikan untuk atlet difabel yang berprestasi di ajang para games. Nilainya disamakan dengan atlet yang berprestasi di SEA Games atau Asian games.

Ajang yang menanti torehan prestasi atlet Indonesia adalah Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil; SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia dan Asian Games 2018, di mana Indonesia jadi tuan rumahnya.

Menurut Anggota DPR yang juga mantan atlet tenis, Yayuk Basuki, jaminan hari tua lebih berguna dibanding dengan bonus. Dengan adanya jaminan hari tua bagi para atlet membuat atlet bisa berlatih serius dan fokus meraih prestasi maksimal tanpa memikirkan masa depannya saat sudah pensiun.

Bonus yang diberikan jika mereka berprestasi jumlahnya juga lumayan. "Tetapi kadang-kadang mereka sendiri bingung dalam membelanjakan uang itu," ujarnya seperti dilansir Republika.co.id.

Banyak atlet yang mengharumkan nama bangsa bernasib tragis. Ada yang jadi tukang cuci, menjadi gelandangan hingga terjerat kasus narkoba.

Selain menyediakan tunjangan hari tua, Kemenpora juga mendorong pihak ketiga, baik swasta maupun badan lainnya untuk memberikan asuransi bagi para atlet.

Kemenpora juga telah melakukan nota kesepahaman dengan Badan Kepegawaian Negara, terkait Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga.

Nota ini memberikan peluang kepada para pelatih dan asisten pelatih yang telah menjadi CPNS/PNS agar mendapatkan perhatian. "Ada pula tunjangan profesi, tunjangan profesional, hingga peningkatan kariernya di birokrasi, terlebih untuk memperbaiki standar dan potensinya," kata Imam seperti dilansir Juara.net.

Kemenpora telah mengangkat atlet dan pelatih berprestasi menjadi CPNS sebanyak 1.000 orang, baik di pusat maupun daerah sesuai Permenpora Nomor 0257 Tahun 2010.

Menurut Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Djoko Pekik Irianto, dari 2007 hingga 2015, ada 1.201 orang pelatih dan asisten pelatih olahraga yang diangkat jadi PNS.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OibdpC
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat