Skenario Kementerian Perhubungan urai kemacetan libur tahun baru

Warga pengguna dan penumpang kendaraan beraktivitas saat terjebak antrean panjang menuju keluar pintu Tol Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum'at (25/12).
Warga pengguna dan penumpang kendaraan beraktivitas saat terjebak antrean panjang menuju keluar pintu Tol Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum'at (25/12).

Tak mau mengulangi kesalahan saat libur natal lalu, Kementerian Perhubungan Selasa (29/12/2015) mengeluarkan edaran. Surat edaran itu berisi petunjuk pelaksanaan larangan pengoperasian angkutan barang.

Juklak ini merinci larangan angkutan barang dalam Surat Edaran Nomor 48 Tahun 2015. Menurut juru bicara Kementerian Perhubungan Barata aturan ini untuk antisipasi lonjakan jumlah kendaraan selama musim liburan tahun baru.

"Juklak ini penting agar tidak ada interpretasi yang berbeda tentang surat edaran itu," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Sugihardjo seperti dilansir Tribunnews.

Sugihardjo, berharap kepolisian, dinas perhubungan, dan operator jalan tol sudah lebih siap menghadapi arus balik.

Dalam juklak itu disebut mulai 30 Desember pukul 00.00 hingga 3 Januari 2016 pukul 24.00, kendaraan angkutan barang dilarang beroperasi pada jalan nasional.

Wilayah yang tidak boleh dilewati oleh angkutan barang adalah provinsi Lampung, Pulau Jawa, dan Provinsi Bali. Kendaraan pengangkut barang tidak boleh melintas di jalan nasional yang ada di wilayah itu baik jalan tol maupun non tol.

Sedangkan kendaraan angkutan yang dilarang beroperasi meliputi kendaraan pengangkut barang bangunan, kereta tempelan dan kereta gandengan serta kontainer serta kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

"Pelarangan operasi kendaraan angkutan barang tersebut tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut bahan bakar minyak dan gas, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, serta barang ekspor atau impor dari dan ke pelabuhan ekspor impor," ujarnya.

Kepala Polda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik nanti pihaknya akan melakukan pengalihan arus kendaraan. "Kita antisipasi mulai Cipali hingga Cikampek," katanya seperti ditulis Okezone.

Nantinya, kata Tito, arus kendaraan dari Cipali dan Bandung akan dialihkan ke Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Jika tol Cikarang padat, maka arus lalu lintas akan di arahkan lewat jalur Pantura.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Vp8pbO
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat