Semakin banyak sampah angkasa luar yang mengelilingi bumi

Semakin banyak sampah angkasa luar yang mengelilingi bumi
Semakin banyak sampah angkasa luar yang mengelilingi bumi

Tidak hanya di permukaan bumi, laut, sungai dan udara saja manusia mengotori alam. Ternyata ada begitu banyak sampah angkasa luar (space debris) yang mengorbit jauh di atas permukaan bumi.

Saat ini NASA memperkirakan ada sekitar 20 ribu keping bagian roket, satelit yang sudah tak berfungsi, dan sampah lain yang berukuran lebih besar daripada bola kasti yang mengotori angkasa luar.

Selain itu masih ada pula 500 ribu benda yang lebih besar daripada kelereng yang terus bergerak dengan kecepatan lebih dari 17 ribu mil per jam atau sekitar 27.358,848 km per jam.

Sampah sebanyak itu tentu sulit untuk dibayangkan. Namun sebuah video yang diterbitkan oleh Royal Institution of Great Britain memberikan gambaran betapa sumpeknya angkasa luar sejak manusia pertama kali meluncurkan satelit buatan pada 1957.

Space Debris: 1957 - 2015

Ilmuwan yang merancang video itu adalah Stuart Grey, seorang dosen di University College London dengan menggunakan data lokasi tiap kepingan sampah dari situs space-track.org. Dia menggambarkan bagaimana jumlah sampah luar angkasa yang mengelilingi bumi semakin banyak dari tahun ke tahun.

Para ilmuwan selama ini terus mendeteksi keberadaan sampah angkasa luar itu agar tidak terjadi tabrakan dengan satelit yang masih berfungsi.

Sampah angkasa luar sekarang menjadi masalah serius bagi badan penerbangan angkasa luar di seluruh dunia. Sampah kecil yang selama ini tidak terdeteksi pun mempunyai potensi membahayakan jika mereka menabrak satelit komunikasi yang juga mengorbit bumi.

Sering kali International Space Station harus memindahkan sampah angkasa luar yang membahayakan laboratorium angkasa luar dan astronaut yang sedang bekerja di dalamnya.

Pada Juli 2015, ISS harus mengubah orbitnya sedikit agar terhindar dari sampah angkasa luar yang ukurannya kecil.

Pada kesempatan lainnya pernah juga terjadi bencana. Astronaut Kanada Chris Hadfield menemukan lubang di sebuah panel surya di ISS pada 2013. Meskipun tidak membahayakan, bisa dibayangkan betapa berbahayanya jika yang menghantam stasiun angkasa luar itu adalah sampah yang berukuran besar.

Bagaimana asal mulanya sampah angkasa luar itu terjadi?

Selama ini badan roket terpisah setelah diluncurkan. Artinya, setelah membawa muatan ke angkasa luar seperti satelit, roket itu kemudian dibuang. Roket ini melayang-layang memutari bumi.

Selain itu, satelit yang sudah tidak berfungsi juga dilempar ke angkasa luar seperti sampah. Satelit-satelit ini juga ada yang bertabrakan sehingga menghasilkan sampah yang berukuran lebih kecil.

Selain itu, uji coba peluru kendali juga bisa menghasilkan sampah angkasa luar. Pada 2007, misalnya, sebuah uji coba peluru kendali Tiongkok menyebabkan terciptanya 2.000 keping sampah di angkasa luar.

Banyak ide dicetuskan untuk menjaring sampah luar angkasa ini. Salah satunya adalah menggunakan jaring raksasa yang bisa dioperasikan di luar angkasa. Selain itu, ada teleskop laser yang bisa mencari sampah, serta vacuum cleaner otomatis yang bisa mengolah sampah luar angkasa.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IABIGx
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat