Sejuta lebih pengungsi ke Eropa lewat laut pada 2015

UNHCR mencatat jumlah migran dan pencari suaka yang telah mencapai daratan Eropa melalui jalur laut sejak awal 2015 mencapai lebih dari 1 juta orang.
UNHCR mencatat jumlah migran dan pencari suaka yang telah mencapai daratan Eropa melalui jalur laut sejak awal 2015 mencapai lebih dari 1 juta orang.

Badan PBB yang mengurus pengungsi (UNHCR) mencatat jumlah migran dan pencari suaka yang telah mencapai daratan Eropa melalui jalur laut sejak awal 2015 mencapai lebih dari 1 juta orang. Lembaga ini memperkirakan ada 3.735 orang hilang karena diduga tenggelam dan tewas.

Dalam laporannya UNHCR mencatat 1.000.573 pengungsi dan migran telah mencapai Eropa pada 2015, terutama ke Yunani dan Italia. Jumlah meningkat hampir lima kali lipat ketimbang 2014 lalu yang tercatat 216.000 orang.

Jumlah pengungsi ke Eropa itu kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya, ribuan orang masih menunggu proses pendaftaran di Pulau Lesbos, Yunani, untuk bisa bertolak ke daratan Eropa.

Para pengungsi mayoritas, 84 persen, berasal dari 10 negara utama dunia "penghasil pengungsi". Separuh dari pengungsi yang menyeberangi Laut Tengah pada 2015, menurut UNHCR, adalah orang Suriah. Ada juga orang Afghanistan 20 persen dan orang Irak tujuh persen.

UNHCR melaporkan banyak pengungsi dan migran naik kapal yang sangat tidak layak dan berbahaya.

"Lebih dari satu juta orang telah mendarat di berbagai pantai Eropa. Mereka melarikan diri dari perang dan penghukuman, dan mencari kehidupan yang lebih baik buat keluarga mereka," kata Vincent Cochetel, Direktor Biro UNHCR di Eropa.

"Tragisnya, lebih dari 3.700 orang anak kecil, perempuan dan pria tidak selamat dalam perjalanan penuh bahaya melalui laut dan harapan mereka untuk menjalani hidup baru punah bersama mereka."

Juru bicara UNHCR, Adrian Edwards dikutip VOA Indonesia, mengatakan sekitar 2.000- 3.000 pengungsi tiba dengan perahu di pulau-pulau di Laut Agea setiap hari meskipun suhu dingin membeku dan laut ganas. Ia mengatakan pengungsi menempuh perjalanan lewat laut karena jalur-jalur darat ke Eropa ditutup.

"Ada larangan-larangan di perbatasan. Ada negara yang mendirikan pagar di sepanjang perbatasan di darat dan laut masih menjadi pilihan utama bagi orang-orang itu. Sayangnya itu berarti penyelundupan sangat diuntungkan. Artinya orang-orang tenggelam. Artinya sistem untuk menjadikan ini, pergerakan orang secara teratur belum tersedia.

Berdasarkan UU pengungsi internasional, Edwards mengatakan negara-negara wajib menawarkan perlindungan pada orang-orang yang melarikan diri dari konflik dan hukuman. Ia mengatakan upaya-upaya mengaburkan perbedaan antara pengungsi dan migran karena ekonomi. Ia menambahkan banyak orang yang punya alasan sah untuk mendapat suaka dalam resiko.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1SnQwKA
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat