Punya rekening di bank DKI, gratis naik Transjakarta

Calon penumpang menempelkan kartu elektronik Bus Transjakarta di halte Kota, Jakarta Barat, Agustus 2014. Ahok akan menggratiskan penumpang busway yang memiliki rekening di Bank DKI
Calon penumpang menempelkan kartu elektronik Bus Transjakarta di halte Kota, Jakarta Barat, Agustus 2014. Ahok akan menggratiskan penumpang busway yang memiliki rekening di Bank DKI

Setelah berhasil menggandeng Kopaja, Pemerintah DKI Jakarta akan menggratiskan angkutan umum Transjakarta. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi kemacetan ibukota. Tak hanya warga Jakarta yang berhak menggunakan Transjakarta tanpa bayar ini. Semua pengguna bisa menikmati layanan gratis ini. Syaratnya cuma satu, membuka rekening di Bank DKI.

"Saya lagi berpikir bagaimana caranya mengatasi kemacetan. Kami akan membuat surat edaran, untuk warga yang buka rekening Bank DKI, itu tidak perlu bayar naik bus," ujar Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta, saat memimpin rapat pimpinan di Balai Kota DKI, Senin (28/12) seperti ditulis Beritajakarta.com. Kebijakan ini rencananya akan mulai diberlakukan pada 2016 mendatang.

Tarif gratis tersebut nantinya diberlakukan bagi warga mana pun, termasuk yang dari luar Jakarta. "Siapapun yang membuka rekening dan menerima gaji melalui Bank DKI tiap bulan, bebas naik bus di Jakarta. Nggak usah harus ber-KTP DKI," ucapnya.

Menurutnya, sebelum kebijakan ini berlaku, armada bus Transjakarta mesti beroperasi hingga Bogor Tangerang Bekasi (Bodetabek). Agar layanan gratis ini bisa dinikmati. Gubernur yang biasa disapa Ahok ini, kini sedang mengajak APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway ) untuk mengikuti mekanisme yang berlaku di Transjakarta.

Untuk menjalankan program tersebut, subsidi untuk PT Transjakarta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) harus dinaikkan hingga mencapai Rp5 triliun.

"Kalau kami bisa dapat subsidi Rp5 triliun, siapapun naik bus Transjakarta nggak usah bayar," ujar Gubernur yang biasa disapa Ahok ini. Tahun ini, subsidi Transjakarta mencapai Rp1,7 triliun.

Tahun depan, diperkirakan subsidinya mencapai Rp2 triliun. Artinya, butuh tambahan dana sampai Rp3 triliun untuk mensubsidi agar semua penumpang bisa gratis naik Transjakarta.

Untuk tahun depan, layanan gratis ini baru bisa dinikmati oleh warga yang tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan telah membuat KTP sesuai rusun.

Begitu juga warga di Kepulauan Seribu yang telah memiliki KTP DKI, akan digratiskan menumpang kapal dan bus Transjakarta. "Sementara ini patokannya warga yang terima gaji lewat Bank DKI dulu. Ini langsung berlaku Januari," ujarnya.

Layanan gratis ini sudah berlaku buat para siswa pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP), sejak 21 Agustus 2015.

Direktur Utama PT Transjakarta, Antonius Kosasih saat itu menyatakan, fasilitas ini merupakan permintaan Ahok. Bebas biaya bagi para siswa pemegang KJP ini berlaku di seluruh koridor bus Transjakarta. "Seluruh pelajar pemegang KJP kami gratiskan naik Transjakarta. Itu berlaku di seluruh koridor Transjakarta, tetapi hanya pada hari dan jam sekolah saja," kata Kosasih seperti dilansir Liputan6.com.

Untuk menggunakan fasilitas gratis naik bus Transjakarta, pelajar harus mengenakan seragam sekolah, harus membawa KJP. Pelajar juga garus membawa kartu pelajar dengan foto pelajar tersebut, dan nama yang sama dengan nama di KJP. Ahok saat itu menegaskan tak ingin warganya kesulitan dalam urusan pendidikan.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1R4WShh
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat