Polisi tarik peredaran terompet berbahan sampul Alquran

Perajin membuat terompet di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (26/12). Terompet Tahun Baru yang mulai ramai dipesan tersebut dipasarkan seharga Rp5.000 hingga Rp25.000 sesuai ukuran.
Perajin membuat terompet di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (26/12). Terompet Tahun Baru yang mulai ramai dipesan tersebut dipasarkan seharga Rp5.000 hingga Rp25.000 sesuai ukuran.

Penjual terompet mulai menjamur menjelang pergantian tahun. Namun memasuki 2016 ini wilayah Jawa Tengah digegerkan adanya penjualan terompet berbahan kertas sampul Alquran.

Penjualan terompet menggunakan sampul Alquran ini banyak beredar di Kabupaten Kendal, Blora, Klaten, Demak, Pekalongan, Batang dan Wonogiri. Terompet itu dijual di sejumlah gerai Alfamart.

Terompet berbahan sampul Alquran ini pertama kali terungkap di Kebondalem, Kendal. Seorang tokoh agama setempat terkejut bahan terompet itu bertuliskan arab. Setelah dicek, ternyata benar itu sampul Alquran.

Temuan itu langsung dilaporkan ke polisi. Polisi langsung bergerak. Setelah ditelusuri produsen terompet berada di Klaten.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah langsung menyita 2,3 ton sampul Alquran itu. "Kami mengambil langkah untuk menarik peredarannya dan juga dari pihak penjualnya sendiri," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Polisi A Liliek Darmanto seperti dilansir Detik.

Selain menyita bahan baku terompet, polisi juga memeriksa tiga orang pembuat terompet.

Sekilas terompet itu tidak tampak kalau bahannya dari kertas sampul Alquran. Namun setelah bungkus plastik dan rumbai-rumbai warna-warninya dilepas, baru terlihat jelas kertas terompet itu menggunakan sampul Alquran.

Sampul Alquran tersebut terbuat dari kertas karton warna hijau. Ada tulisan timbul berbentuk kaligrafi huruf Arab yang terbaca "Alquranul Karim" berwarna emas. Sebagian lagi kaligrafinya warna kuning yang tidak ditulis timbul.

Di bawahnya terdapat tulisan Kementerian Agama RI tahun 2013. Di bawah sendiri tertulis tidak diperjualbelikan.

Corporate Communication Manager Alfamart, Firli Firlandi, seperti dilansir Detik, menjelaskan barang yang dijual di Alfamart itu dikirim supplier dalam bentuk bungkusan. Alfamart tidak membukanya karena barang itu dijual dalam bentuk bungkusan.

"Sudah kami tarik. Supplier minta maaf. Dia baru pertama memasok produk tersebut," kata Firli.

Pihak Alfamart mengaku baru tahu setelah ada pembeli yang melorkan masalah ini ke polisi.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan beredarnya terompet berbahan sampul kertas Alquran. "Meminta umat Islam untuk dapat menahan diri dan tidak bereaksi berlebihan," kata Din seperti dikutip Antaranews.

Din meminta jaringan MUI di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan sekitarnya untuk mengadukan perkara terompet itu ke Polri. Sehingga mereka yang terlibat bisa diproses hukum.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Vn9WPv
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat