Penyerangan Polsek Sinak: Tiga polisi tewas, tujuh senjata hilang

Polisi Brimob dari Polda Papua berjaga di sekitar Bandara Sentani, Papua, (3 Juni 2004).
Polisi Brimob dari Polda Papua berjaga di sekitar Bandara Sentani, Papua, (3 Juni 2004).

Markas Kepolisian Sektor Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, diserang pada Minggu malam (27/12/2015). Tiga personel kepolisian tewas dalam penyerangan ini.

Tujuh buah senjata api turut hilang dalam peristiwa ini. Tujuh pucuk senjata yang diambil kelompok penyerang itu adalah jenis Ak 47 dan SS 1 masing masing dua pucuk, serta tiga pucuk senjata jenis Moser, beserta amunisi satu peti.

Kepala Kepolisian Papua, Irjen Paulus Waterpauw, telah memberikan keterangan ihwal peristiwa ini.

"Memang benar penyerangan yang terjadi Minggu malam sekitar pukul 20.45 WIT itu menyebabkan tiga anggota meninggal dan dua luka luka serta tujuh pucuk senpi hilang," kata Paulus, dikutip AntaraNews, Senin (28/12).

Paulus, dikutip Republika.co.id, memperkirakan kelompok penyerang ini berjumlah 15-20 orang.

Ihwal identitas penyerang, media Jakarta memberikan beberapa label. OkeZone menulis pelaku penyerangan adalah Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) Yambi. Detikcom memberi label penyerang sebagai sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK).

Adapun Tempo.co mengutip pernyataan Kapolri Badrodin Haiti, yang menyebut penyerang adalah Kelompok Lekagak. Kelompok ini disebut memiliki wilayah operasi di Sinak dengan kekuatan 40 orang, dan memiliki sekitar 15 pucuk senjata api.

OkeZone mengutip pernyataan sumber (anonim) seputar kronologis penyerangan.

Merujuk keterangan itu, peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIT, Minggu malam (27/12). Saat itu, kelompok penyerang melancarkan tembakan pancingan dari kampung Gigobak ke arah Polsek Sinak, yang berjarak sekitar 70 meter.

Selang dua menit, kelompok itu menerobos masuk ke markas polsek Sinak, melalui pintu belakang. Mereka juga melepas tembakan, yang mengenai empat orang anggota kepolisian.

Briptu Ridho, Bripda Arman dan Bripda Ilham tewas, setelah diterjang peluru kelompok penyerang. Dua anggota kepolisan lainnya, Briptu Dumata dan Bribda Rian berhasil selamat. Adapun Bripda Rian turut terkena terjangan timah panas di bagian tangan.

Setelahnya, kelompok penyerang berhasil membawa kabur senjata api beserta amunisinya.

10 menit kemudian, sekira pukul 20.40 WIT, 17 prajurit Yonif 751/Raider beserta Koramil mendatangi lokasi. Mereka melakukan sterilisasi wilayah dan melakukan penjagaan di Polsek.

Senin pagi (28/12), pesawat jenis Twin Otter yang membawa rombongan Kapolda Papua dilaporkan telah mendarat di Sinak, Papua. Pesawat itu juga sempat ditembaki saat hendak mendarat. Meski begitu, dipastikan tidak ada kerusakan di badan pesawat.

Polda Papua juga mengirimkan dua regu brimob (sekitar 30 orang), untuk mengamankan situasi di Sinak, sekaligus mengevakuasi jenazah korban penembakan ke Jayapura.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IxSzdc
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat