Pengamanan berlapis menjelang Tahun Baru di 13 wilayah

Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (30/12).
Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (30/12).

Kepolisian Negara Republik Indonesia akan memprioritaskan pengamanan Tahun Baru di 13 daerah yang dinilai memiliki potensi ancaman keamanan. Daerah rawan tersebut adalah Jawa Tengah, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, Papua Barat, Ambon, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

"Penjagaannya akan berlapis-lapis, mulai dari pengamanan terbuka hingga tertutup," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan di kantornya, Jakarta, dilansir Antara, Rabu (30/12/2015)

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti usai rapat terbatas di kantor Presiden Jakarta Rabu (16/12/2015) mengatakan, kepolisian akan melanjutkan Operasi Mantap Praja yang berjalan sejak 7 Desember 2015 dan disambung Operasi Lilin sampai 2 Januari 2016.

Dikutip VOA Indonesia, daerah rawan ganguan keamanan menurut Badrodin seperti radikalisme, intoleransi, dan terorisme. Peningkatan keamanan akan dilakukan di tempat ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi atau tempat-tempat yang dimanfaatkan masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun.

Untuk itu, status siaga satu tetap diberlakukan di seluruh wilayah dari Aceh hingga Papua. Pemerintah meningkatkan status keamanan Indonesia menjadi siaga satu pada pergantian tahun ini. Tak hanya di Jakarta, status tersebut berlaku secara nasional.

Jumlah personel yang akan dikerahkan Polri untuk mengamankan malam pergantian tahun, sama dengan pengamanan saat perayaan Natal lalu. Polri berencana mengerahkan dua pertiga kekuatannya dengan dibantu TNI dan pemerintah daerah setempat, hingga mencapai 150 ribu personel.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman teror yang disebar melalui pesan berantai pada telepon seluler menjelang Tahun Baru. Ancaman teror dari broadcast, biasanya tidak benar, namun tetap harus diwaspadai.

"Kita memang punya sejarah pahit, Tahun Baru pernah ada aksi teroris. Mc Donal, gereja, mal, kantor polisi, dan kedutaan pernah dibom. Inisiatif meneror memang dari mereka. Kami tidak tahu apa yang dipikirkan, ya kita tetap harus waspada," kata Anton dikutip Berita Satu

Di Jakarta, Polda Metro Jaya telah meningkatkan pengamanan jelang tahun baru di sejumlah titik di kawasan DKI Jakarta.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal, dikutip CNNIndonesia, mengatakan jumlah personel yang dikerahkan adalah 8.978 personel.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Vqmrtz
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat