Pengalaman pertama Ernest Prakasa dan Lala Karmela di film Ngenest

Ernest Prakasa rangkap posisi dalam film Ngenest
Ernest Prakasa rangkap posisi dalam film Ngenest

Pengalaman pertama kadang menimbulkan perasaan cemas. Namun, tidak demikian bagi Ernest Prakasa dan Lala Karmela ketika terlibat dalam film Ngenest. Ada perasaan tertantang, juga keinginan menambah pengetahuan demi membuka lembaran karier baru yang menjadi alasan mereka mau ambil peran dalam film tersebut.

Ernest (33) dalam film ini untuk pertama kalinya menjadi sutradara. Sementara Lala (30) yang selama ini lebih dikenal sebagai penyanyi juga menjajal debut aktingnya dalam film.

Film ini diadaptasi dari tiga seri buku "Ketawain Hidup a la Ernest" yang ditulis sendiri oleh Ernest berdasarkan pengalaman hidupnya. Karena itu sejak awal dia telah meminta agar bertindak langsung sebagai penulis skenario. Hal tersebut dilakukannya untuk membuat versi filmnya sesuai dengan apa yang ingin dia sampaikan.

Chand Parwez Servia (56) selaku produser bukan hanya mengabulkan keinginan Ernest, tapi malah memberinya tugas baru, yaitu ikut bertindak sebagai sutradara. Tugas itu yang dianggapnya sebagai tantangan terbesar dalam film ini.

Kepada Majalah Kartini (29/12/2015), Ernest mengungkapkan bagaimana susahnya harus membagi badan dan konsentrasi antara bertugas sebagai sutradara sekaligus menjadi pemain dalam satu film. "Sangat menghabiskan energi," ujarnya.

Biarpun begitu, pria yang juga dikenal sebagai seorang komika ini merasa tetap senang menjajal pengalaman pertamanya sebagai sutradara. Apa lagi tugasnya kemudian jadi sedikit lebih mudah karena dikelilingi oleh kru yang andal.

Tugas utamanya hanya fokus kepada bagaimana para pemainnya mampu menerjemahkan skenario yang ditulisnya dengan baik di depan kamera.

Agar mampu menjalankan perannya sebagai sutradara dan penulis skenario dengan baik, Ernest banyak berkonsultasi dengan orang yang telah berpengalaman.

Soal penulisan naskah, Ernest belajar dari Jenny Jusuf, pemenang kategori penulis skenario terbaik lewat film Filosofi Kopi dalam Festival Film Indonesia 2015 dan Piala Maya 2015. Dalam tempo empat bulan naskah berhasil dirampungkannya.

Tantangan terbesar menulis skenario adalah bagaimana merangkai cerita dalam buku agar menjadi sebuah kisah utuh dengan dramaturgi yang baik.

Untuk peran sebagai sutradara, Raditya Dika adalah sosok yang dianggapnya sebagai mentor karena tak pelit ilmu, sekaligus memotivasinya untuk percaya diri. "Saya sering konsultasi dengan Radit karena dia lebih pengalaman dan enggak pelit ilmu," ungkap Ernest dikutip Bintang.

Lala Karmela mengaku susah melakukan adegan emosional
Lala Karmela mengaku susah melakukan adegan emosional

Lala di tempat berbeda mengaku bahwa tantangan terbesarnya bermain dalam film bergenre drama komedi ini adalah mengeluarkan sisi drama dari tokoh Meira (istri Ernest) yang diperankannya.

"Tantangannya karena ada adegan yang aku harus emosional banget. Bermain dalam film ini menambah pengalaman dan memberiku kesempatan untuk mengeksplorasi bakat lain di luar musik," tutur Lala dilansir Liputan6.com (5/11).

Laiknya Ernest, pelantun tembang "Between Us" ini juga melakukan serangkaian persiapan agar aktingnya tidak mengecewakan. Salah satunya dengan terbang langsung ke Bali menemui sosok Meira yang asli. "Aku ke Bali untuk menghabiskan waktu dengan Meira karena dia tinggal di sana," jelas Lala.

Diamatinya kehidupan sehari-hari pasangan Ernest dan Meira, bagaimana mereka saling berinteraksi, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjiwai karakter yang akan diperankannya. "Mereka pasangan yang mesra dan cocok banget. Tugasku untuk memproyeksikan itu," pungkasnya.

Ngenest yang diproduksi Kharisma Starvision Plus tayang perdana di bioskop mulai 30 Desember 2015. Selain Ernest dan Lala, turut bermain juga Morgan Oey (Patrick), Ferry Salim (ayah Ernest), Olga Lydia (ibu Ernest), Budi Dalton (ayah Meira), dan Ade Fitria Sechan (ibu Meira).



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1PvT1dd
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat