Modifikasi motor harian yang merugikan pengendara lain

Ilustrasi motor modifikasi untuk freestyler
Ilustrasi motor modifikasi untuk freestyler

Agar tampil beda dan keren banyak pemotor yang melakukan modifikasi pada motornya. Kami pernah menyarankan kepada Anda tentang hal-hal yang harus dilakukan ketika akan memodifikasi motor, selain harus nyaman, tentunya juga aman saat dikendarai.

Selain itu, modifikasi yang sesuai norma lalu lintas juga pernah dijabarkan secara khusus. Karena walau bagaimanapun, modifikasi tak boleh terlepas dari berbagai aspek, seperti keamanan, kelengkapan, serta ketaatan dalam berlalu lintas.

Undang-undang pun telah mengatur kepada para pengendara secara umum, tak terkecuali bagi pengendara yang suka memodifikasi motornya. Walau terkadang penerapan para penegak hukum belum sesuai dengan apa yang ada di dalam undang-undang atau peraturan pemerintah, namun alangkah lebih bijak Anda sebagai pengendara tetap mentaati peraturan. Walau kadang membuat bingung.

Selain harus aman dan nyaman saat dikendarai, motor yang melalui rangkaian modifikasi hendaknya juga memperhatikan norma keselamatan pengendara lain. Jangan sampai motor yang di modifikasi justru merugikan pengendara lain saat dikendarai di jalan raya.

Ada tiga hal yang harus Anda pertimbangkan ketika memodifikasi motor, seperti yang dijabarkan oleh Detik.

Menggunakan sirine atau strobo

Boleh jadi aksesoris satu ini sering dijumpai pada sepeda motor yang digunakan ketika touring. Bukan tidak mungkin Anda yang sering touring atau pun mempunyai komunitas, memasang aksesoris ini. Alasan utama menggunakan strobo mungkin untuk membuka jalan saat kondisi jalan ramai.

Tapi tahukah Anda, untuk alasan apapun, menggunakan lampu jenis ini sangat tidak dianjurkan, karena kehadirannya yang mengganggu pengguna jalan lain yang memiliki hak yang sama dengan Anda. Komponen ini hanya boleh digunakan pada kendaraan tertentu dalam kondisi darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dan kepolisian.

Memasang knalpot racing

Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU No. 22/2009) juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No. 55/2012, dengan gamblang menjelaskan persoalan memodifikasi kendaraan. Di sana dituliskan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dimodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut harus melalui penelitian rancang bangun dan rekayasa.

Tak terkecuali knalpot.

Memang, cara paling mudah menghasilkan performa maksimal dari motor Anda adalah dengan mengganti knalpot dari produk aftermarket --juga biasa dikenal dengan knalpot racing-- yang dijual di pasaran.

Namun kebanyakan desain dari knalpot tersebut sengaja mendongakkan lubang pembuangan ke atas untuk menghindari masuknya air ketika melewati genangan.

Ini yang membuat desainnya kurang bersahabat bagi pengendara lain, terutama bagi pengendara motor yang berada tepat di belakang pengendara dengan knalpot racing tersebut karena mereka akan terkena asap buangan dari kanlpot itu.

Memotong sepatbor belakang

Tak sedikit pula kita jumpai motor dengan sepatbor belakang yang dipangkas, hingga memperlihatkan ban belakang. Gubahan ini biasanya terlihat pada sepeda motor sport atau motor gede (moge). Ini pun merugikan pengendara lain, sebab apabila musim hujan seperti sekarang ini dan motor melewati genangan air, maka cipratan air akan langsung mengenai pengendara yang berada tepat dibelakangnya.

"Kalau sudah begitu ya bijak-bijaknya kita sebagai owner lah, jika melakukan modifikasi yang mencopot sepatbor, ya tau diri jangan ngebut kalau ada genangan, pikirin kendaraan belakang, beda cerita kalau kehujanan, mau bebek atau motor sport semua juga nyiprat, jangan komplain lah kalau kecipratan, namanya juga hujan, ya pasti basah," demikian blogger otomotif lokal Kobayogas menuliskan menanggapi fenomena ini.

Nah, dari tiga hal tadi, sebaiknya menjadi pertimbangan khusus bagi Anda yang menginginkan motornya tampil beda. Beda boleh, asal jangan merugikan.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1JbihE7
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat