Mengenal teknologi ride by wire

Yamaha YZF-R6, motor produksi massal pertama yang menggunakan teknologi ride by wire.
Yamaha YZF-R6, motor produksi massal pertama yang menggunakan teknologi ride by wire.

Teknologi semakin berkembang dan semakin banyak alat canggih yang ditanamkan pada kendaraan, termasuk sepeda motor. Salah satu teknologi terdepan pada kendaraan roda dua adalah ride by wire atau ada juga yang menyebutnya throttle by wire.

Yamaha YZF-R6, menurut Gizmag, adalah motor produksi massal pertama yang menggunakan teknologi ini ketika diluncurkan pada 31 Oktober 2005. Setelah itu berbagai jenama kelas atas seperti Ducati, Honda, dan KTM ikut memasangnya pada motor-motor kelas atas mereka.

Pada motor-motor konvensional, pengendalian throttle (bukaan gas) dilakukan oleh kabel baja pilin yang menghubungkan grip gas dengan klep kupu-kupu (throttle butterfly) atau karburator (pada mesin karburator).

Jika kita mendadak membuka gas lebar-lebar maka mesin biasanya akan mati (stall) karena ia menerima aliran udara besar yang datang mendadak, seperti dipaparkan BikesIndia. Anda yang pernah mengendarai motor dua silinder pasti pernah mengalami hal seperti itu.

Nah, menggunakan teknologi ride by wire gejala matinya mesin karena bukaan gas mendadak itu bisa dihilangkan karena tidak ada lagi kabel baja pilin yang menghubungkan grip gas dengan klep kupu-kupu.

Pekerjaan kabel baja pilin tersebut digantikan oleh sinyal elektronik yang dikirimkan oleh sebuah transponder kepada unit kontrol elektronik (ECU) mesin ketika pengendara memutar grip gas. Sehingga walaupun pengendara mendadak membuka gas besar, klep kupu-kupu tidak akan sontak terbuka lebar karena bukaannya tetap diatur oleh ECU.

Penggunaan ride by wire ini membuat akselerasi motor lebih stabil dan konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih efisien. Selain itu, berbagai teknologi lanjutan, seperti cruise control, kontrol traksi, dan variable power modes bisa diterapkan.

Kekurangannya, seperti dijabarkan blogger Taufik Hidayat dari tmcBlog dan BikesIndia, adalah hilangnya rasa mengendara karena bagaimanapun komputer (ECU) yang mengatur besar tenaga motor, bukan pengendara secara langsung. Kemudian, semakin banyaknya teknologi canggih yang disematkan akan membuat motor semakin sulit untuk diperbaiki jika tiba-tiba rusak.

Salah satu motor yang diduga akan menggunakan teknologi ride by wire dan tengah dinanti kehadirannya oleh pecinta motor di Indonesia adalah Honda CBR250RR. Desain motor tersebut dikabarkan akan berdasar pada Honda Light Weight Super Sports Concept (LWSSC) yang telah diperkenalkan di Tokyo Motor Show pada Oktober lalu.

Laman otomotif lokal Dapurpacu.com (1/10/2015) bahkan mengabarkan bahwa CBR 250RR nantinya bakal diproduksi di Indonesia dan mulai dijual tahun depan.

Jadi, untuk Anda yang penasaran dengan teknologi ride by wire namun tak cukup dana untuk membeli motor-motor kelas atas yang berharga ratusan juta rupiah, bisa menunggu CBR250RR yang harganya relatif lebih ramah kantong. Sumber Metrotvnews.com mengungkapkan motor itu akan dijual dengan harga sekitar Rp60 juta.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IDf0gY
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat