Mengenal Dewan Pers dengan sembilan anggota baru

Ketua Dewan Pers Indonesia, Bagir Manan menerima Anugerah Mahaputra Antara yang diberikan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi, Kamis (17/12/2015)
Ketua Dewan Pers Indonesia, Bagir Manan menerima Anugerah Mahaputra Antara yang diberikan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Saiful Hadi, Kamis (17/12/2015)

Dewan Pers telah menetapkan sembilan anggota Dewan Pers periode 2016-2019 pada Rabu 23 Desember 2015. Sembilan anggota Dewan Pers ini terdiri dari tiga unsur, yang pertama dari unsur wartawan, pimpinan perusahaan pers, dan tokoh masyarakat.

Anggota Dewan Pers baru itu mulai bekerja di Februari 2016, masa bakti terakhir anggota Dewan Pers periode 2013-2016. Anggota baru yang masih bertahan adalah Jimmy Silalahi, Yosep Adi Prasetyo, Imam Wahyudi, dan Nezar Patria.

"Anggota Dewan Pers yang akan datang banyak sekali PR-nya, ke depan berat juga. Kita harapkan mereka semua bisa. Independensi juga harus tetap dijaga," kata Ketua Badan Pekerja Pemilihan Anggota Wina Armada dilansir Detik.com, Rabu (23/12/2015).

Dewan Pers merupakan lembaga independen yang berfungsi mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia. Dewan Pers memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa jurnalistik.

Dikutip laman Dewan Pers, lembaga ini pertama kali dibentuk tahun 1968 berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers. Dewan Pers kala itu berfungsi mendampingi pemerintah, bersama-sama membina pertumbuhan dan perkembangan pers nasional. Ketua Dewan Pers dijabat oleh Menteri Penerangan.

Fungsi dan kedudukan Dewan Pers tak banyak berubah ketika memasuki era Orde Baru. Dasar hukumnya adalah Undang-Undang No. 21 Tahun 1982 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1967. Dewan Pers menjadi penasehat pemerintah dan Menteri Penerangan tetap merangkap sebagai Ketua Dewan Pers.

UU No. 21 Tahun 1982, menyebutkan lebih jelas keterwakilan berbagai unsur dalam keanggotaan Dewan. Anggota Dewan Pers terdiri dari wakil organisasi pers, wakil Pemerintah dan wakil masyarakat dalam hal ini ahli-ahli di bidang pers serta ahli-ahli di bidang lain. Undang-Undang sebelumnya hanya menjelaskan anggota Dewan Pers terdiri dari wakil-wakil organisasi pers dan ahli-ahli dalam bidang pers.

Perubahan fundamental terjadi pada tahun 1999. Melalui Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, Dewan Pers berubah menjadi Dewan Pers (yang) Independen. Pasal 15 ayat (1) UU Pers menyatakan "Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen".

Fungsi Dewan Pers Independen tidak lagi menjadi penasehat pemerintah tapi pelindung kemerdekaan pers. Hubungan struktural antara Dewan Pers dengan pemerintah diputus, terutama sekali dipertegas dengan pembubaran Departemen Penerangan oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Tidak lagi ada wakil pemerintah dalam keanggotaan Dewan Pers seperti yang berlangsung selama masa Orde Baru. Meskipun pengangkatan anggota Dewan Pers tetap melalui Keputusan Presiden, namun tidak ada lagi campur tangan pemerintah terhadap institusi maupun keanggotaan Dewan Pers yang independen. Jabatan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers tidak lagi dicantumkan dalam Keputusan Presiden namun diputuskan oleh seluruh anggota Dewan Pers dalam Rapat Pleno.

Anggota Dewan Pers yang independen, menurut UU Pers Pasal 15 ayat (3), dipilih secara demokratis setiap tiga tahun sekali, yang terdiri dari: "(a) Wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan; (b) Pimpinan perusahaan pers yang dipilih oleh organisasi perusahaan pers; dan (c) Tokoh masyarakat, ahli di bidang pers dan atau komunikasi, dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers".

Anggota Dewan Pers periode 2013-2016

Unsur wartawan
1. Margiono
2. Imam Wahyudi
3. Nezar Patria

Unsur Pimpinan Perusahaan Pers
1. Jimmy Silalahi
2. I Made Ray Karunia Wijaya
3. Muhammad Ridlo Eisy

Unsur Tokoh Masyarakat
1. Bagir Manan
2. Ninok Leksono
3. Yosep Adi Prasetyo

Anggota Dewan Pers periode 2016-2019

Unsur wartawan

1. Hendry Chaeruddin Bangun
2. Nezar Patria
3. Ratna Komala

Unsur Pimpinan Perusahaan Pers
1. Ahmad Djauhar
2. Jimmy Silalahi
3. Reva Deddy Utama

Unsur Tokoh Masyarakat
1. Imam Wahyudi
2. Sinyo Hary Sarundajang
3. Yosep Adi Prasetyo



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1YCwqfj
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat