Mengapa pasangan bahagia berselingkuh

Asumsi sebab perselingkuhan selama ini tak selalu benar.
Asumsi sebab perselingkuhan selama ini tak selalu benar.

Bilamana kita bisa dikatakan berselingkuh?

Nonton film porno, diam-diam menjadi pengguna aplikasi kencan, atau mengirim pesan saling menggoda dengan rekan kerja?

Sampai hari ini belum ada definisi perselingkuhan yang disepakati secara umum.

Pakar relasi dan psikoterapis Esther Perel punya pemahaman tersendiri. Perselingkuhan punya tiga elemen. Adanya hubungan rahasia, hubungan emosional, dan alkimia seksual.

Namun kata Perel, selingkuh bukan hanya soal seks. "Perselingkuhan adalah tentang hasrat. Hasrat untuk diperhatikan, merasa spesial, merasa penting," paparnya dilansir Business Insider.

Alasan orang berselingkuh kini berbeda dengan orang dulu. Asumsi bahwa orang selingkuh karena ada yang salah dalam hubungan atau pasangannya tak selalu benar.

Perel mengungkap, kita hidup di era yang mengajarkan bahwa kita berhak memenuhi hasrat, berhak bahagia. Itu mengapa dalam hubungan yang bahagia sekalipun, perselingkuhan bisa terjadi.

Jadi saat berselingkuh sebenarnya kita bukan berpaling dari pasangan dan mencari orang yang lebih menyenangkan. Sebenarnya kita berpaling dari diri kita sendiri.

Banyak klien Perel merupakan orang yang setia pada pasangannya. Namun pada satu titik mereka melakukan hal yang sebelumnya tak terbayangkan. Tak jarang berakhir dengan perceraian.

"Jika dulu orang bercerai karena tidak bahagia, kini banyak orang bercerai karena mereka merasa bisa lebih berbahagia," ujarnya.

Namun demikian, dalam rekamannya saat bicara di panggung TED Talks, Perel juga mengungkap bagaimana perselingkuhan bisa menjadi oportuniti baru bagi pasangan untuk memperbaiki hubungan.

Why Happy Couples Cheat | Esther Perel | TED Talks



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1NNHovD
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat