Membandingkan mesin motor karburator dan injeksi

Ilustrasi mesin motor
Ilustrasi mesin motor

Mesin motor dengan sistem injeksi (fuel injection) tentunya sudah sangat familiar bagi para pengguna motor masa kini. Teknologi ini dikatakan mampu menekan konsumsi bahan bakar menjadi sangat efisien alias hemat. Tak heran teknologi tersebut menjadi pilihan semua jenama otomotif pada produk massal mereka.

Hal ini juga tak terlepas dari tujuan pabrikan dalam memberikan kenyamanan berkendara yang lebih hemat bahan bakar minyak (BBM). Bahkan mereka mengklaim selain hemat BBM juga lebih ramah lingkungan dibandingkan sistem karburator.

Tapi benarkah motor sistem injeksi lebih hemat dari motor sistem karburator?

Walaupun lawas, motor dengan mesin karburator dikatakan lebih awet dan lebih mudah dirawat, bahkan oleh orang awam, karena cara kerjanya lebih mudah dipahami.

Keuntungan lainnya adalah mudah menemukan bengkel yang bisa memperbaikinya saat rusak, dan, jika Anda penggemar kecepatan, mesin karburator mudah disetel untuk meningkatkan performanya.

Agar mampu memilah dan memilih, mari kita kenali lebih jauh tentang kedua sistem ini.

Motor karburator dianggap lebih simpel

Seperti yang kita ketahui, pengapian mesin dengan sistem karburator mempunyai kinerja sesuai putaran stasioner dan perbandingan campuran antara bensin dan udara yang kemudian disalurkan ke dalam mesin untuk dibakar.

Dengan komposisinya yang lebih sederhana, mesin karburator diklaim memiliki kelebihan lain, yakni perawatan yang lebih mudah serta biaya komponen/suku cadang lebih terjangkau ketika terjadi kerusakan. Pemilik sepeda motor pun dengan mudah dapat membersihkan karburatornya sendiri.

Mesin dengan sistem karburator juga tidak gampang rusak jika terkena air karena sistem kelistrikannya lebih sederhana. Bahkan untuk meningkatkan performanya, hanya tinggal mengganti ukuran pilot jet dan main jet.

Namun begitu, motor dengan sistem karburator memiliki kelemahan. Seperti efisiensi bahan bakar lebih boros, Dan cenderung lebih susah dihidupkan dalam kondisi dingin.

Selain itu butuh penyetelan yang tepat agar campuran bahan bakar dan udara atau air-fuel ratio (AFR) lebih optimal. Masalahnya, AFR sering berubah karena getaran selama berkendara. Demikian disarikan dari Otofashion.

Secara umum, inilah kelebihan dan kekurangan motor system karburator:

Kelebihan

  • Suku cadang lebih murah,
  • Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks,
  • Perawatan lebih mudah dan sederhana.

Kelemahan

  • Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros,
  • Untuk penyetelan AFR dilakukan manual dan hanya bisa sekali,
  • Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi,
  • Perlu adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan kondisi akselerasi.

Motor Injeksi lebih irit

Sementara itu motor dengan sistem injeksi mempunyai kinerja yang lebih canggih, memakai sensor elektronik untuk menganalisis kondisi seperti volume bahan bakar, putaran mesin, dan suhu udara. Setelah itu baru Electronic Control Unit (ECU) menentukan suplai bensin ke dalam mesin.

Mesin sistem injeksi memiliki berbagai kelebihan, terutama konsumsi BBM yang relatif stabil dan tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca. Tentunya hal tersebut membuat mesin selalu tampil prima saat digunakan.

Mesin sistem injeksi menggunakan sebuah komponen pengganti karburator yang bernama Injector. Komponen berfungsi seperti keran yang membuka dan menutup aliran bensin dan dikontrol ECU. Demikian Liputan6 memaparkan.

Dengan piranti ECU, injektor akan secara otomatis menentukan kapan dan seberapa banyak menyemprotkan bensin agar terbakar dengan jumlah udara yang ada.

Akan tetapi mesin injeksi juga memiliki kekurangan, misalnya perawatan yang tidak boleh sembarangan dan harus melalui pemeriksaan khusus. Karena terlalu banyak komponen kelistrikan sehingga rawan rusak jika terkena air.

Adapun kelebihan dan kekurangan mesin injeksi adalah sebagai berikut:

Kelebihan

  • Dapat mengatur AFR berdasarkan kebutuhan mesin dan kondisi cuaca,
  • Dapat mengatur AFR berdasarkan kadar emisi yang diwajibkan sehingga emisi lebih baik,
  • Ketika temperatur dan tekanan udara berubah maka dia dapat menyesuaikannya,
  • Injektor menyuplai bahan bakar kemesin berdasarkan kebutuhan mesin sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih efisien dan irit.

Kelemahan

  • Komponen suku cadang lebih mahal,
  • Jumlah komponen yang lebih banyak serta komposisi sensor yang kompleks,
  • Perawatan harus menggunakan alat khusus dan teknik tertentu,
  • Untuk perawatan mekanis dibutuhkan bengkel khusus.

Dari perbandingan kedua jenis sistem pembakaran yang diaplikasikan pada motor, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Motor dengan mesin karburator lebih mudah dan murah untuk dirawat sementara motor injeksi lebih irit bahan bakar.

Jadi, mana yang akan Anda pilih, motor karburator atau injeksi?



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IpM6Rq
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat