Makan di depan cermin bisa turunkan berat badan

Seorang wanita menyantap roti
Seorang wanita menyantap roti

Banyak orang menargetkan untuk menurunkan berat badan saat mengungkapkan resolusi tahun baru mereka. Berat badan memang menjadi masalah kesehatan pada sebagian besar warga perkotaan. Mudahnya berat badan melambung dan sulitnya menurunkan kembali ke kondisi normal yang sehat menjadi tantangan yang tidak gampang untuk mencapainya.

Namun sebuah temuan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Central Florida mungkin bisa membantu orang-orang yang sudah kehabisan akal cara menurunkan berat badan.

Seperti diwartakan oleh Liputan6.com, studi tersebut mengungkapkan bahwa orang-orang diminta untuk konsumsi makanan tak sehat seperti kue cokelat sambil bercermin mereka cenderung sedikit mengonsumsi makanan yang bisa memuaskan dan lezat itu.

Ternyata dengan cara seperti ini membuat mereka tidak nyaman ketika mengonsumsi makanan tidak sehat. Lalu mereka sadar harus memilih makanan sehat sebagai gantinya.

Dr Ata Jami yang melakukan penelitian itu, seperti dilansir TEMPO.co, mengatakan bayangan yang muncul di cermin tak hanya menjelaskan tentang keberadaan fisik. Melainkan, penilaian dari segi mental.

Cermin memungkinkan seseorang memberi penilaian terhadap dirinya sendiri terhadap bayangan yang muncul. Hal itu, sama dengan saat individu memberi penilaian terhadap orang lain.

"Itu bisa memberi penilaian terhadap mereka secara objektif dan membantu mereka menilai dirinya sama seperti saat menilai orang lain," ujarnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Association for Consumer Research (berkas PDF) edisi Januari 2016 dilakukan dengan menggelar uji rasa terhadap 185 mahasiswa di universitas tersebut. Mahasiswa diminta memilih antara cake cokelat dan salad buah.

Seperti dipaparkan oleh KOMPAS.com, para mahasiswa kemudian mengevaluasi rasanya di dalam ruangan dengan cermin atau ruangan tanpa cermin.

Mereka yang memilih cake cokelat melaporkan, rasanya kurang enak dalam ruangan dengan cermin. Mereka yang makan cake itu dalam ruangan tanpa cermin melaporkan rasa yang enak.

Sementara itu, keberadaan cermin tak memiliki dampak terhadap rasa salad buah. Cermin ditemukan menekan peserta penelitian untuk membandingkan dan menyesuaikan perilaku dengan standar kebenaran sosial. Ketika seseorang tak sesuai dengan standar itu, mereka tak mau melihat ke cermin.

Sebaliknya, perasaan tak nyaman mengenai ketidaksesuaian standar semakin meningkat. Oleh karena itu, keberadaan cermin menciptakan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa yang dikecap dari makanan tak sehat.

Kesimpulan dari penelitian ilmiah sepeti dilansir Detikcom adalah bahwa cermin bisa mendorong para partisipan untuk membandingkan dan menyesuaikan sikap mereka dengan standar sosial akan apa yang benar. Ketika mereka tidak mengikuti standar, mereka pun tak mau melihat ke kaca.

Meski bisa mengurangi keinginan makan santapan kurang sehat, cara itu hanya berlaku jika orang tersebut bisa memilih apa yang ingin dikonsumsi. Karena dengan begitu, orang tersebut akan merasa lebih bertanggung jawab pada pilihan kulinernya.

Peneliti pun menganjurkan untuk cermin diletakkan di ruang makan atau tempat lain yang sering dijadikan tempat makan. Harapannya orang-orang yang berkaca sambil menyantap hidangan bisa memiliki pola makan yang lebih sehat.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IzGkwA
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat