Kapsul Waktu: Membawa impian Indonesia melintasi masa

Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085.
Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085.

Ekspedisi Kapsul Waktu mencapai tujuan akhir. Tak meleset dari target, pada 20 Desember 2015, Tim Ekspedisi Kapsul Waktu menginjakkan kaki di Merauke, Papua.

Puncak Ekspedisi Kapsul Waktu ditandai dengan peresmian Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085. Peresmian dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu pagi (30/12/2015).

Pada monumen itu diletakkan Kapsul Waktu Impian Indonesia, yang berisi mimpi anak bangsa dari setiap provinsi di Indonesia.

"Impian setiap anak bangsa di setiap provinsi, kita jadikan satu menjadi impian kita bersama, satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa," kata Presiden Jokowi, termuat di laman resmi Sekretariat Kabinet.

"Menjadi tugas kita untuk memastikan impian-impian itu terwujud. Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk generasi di depan kita," ujar Jokowi.

Usai membacakan sambutan, Presiden Jokowi mendampingi dua siswa kelas VI Sekolah Dasar Hati Kudus: Laher Fabiola Ogilin dan Lois Ferdinand Kombombiran. Keduanya terpilih membacakan tujuh butir Impian Indonesia 2015-2085.

Seperti diwartakan Liputan6.com, Jokowi telah mencermati 238 butir impian masyarakat dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Lantas, seluruh impian itu dirangkum menjadi tujuh butir Impian Indonesia 2015-2085.

Jokowi menuliskan sendiri tujuh butir impian itu di atas secarik kertas, yang disimpan dalam kapsul waktu. Kapsul berbahan anti-karat dengan diameter lebih kurang 30 sentimeter itu ditanam di Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085.

Menurut rencana, kapsul waktu itu akan dibuka setelah 70 tahun berlalu, atau pada 2085.

Tulisan tangan Presiden Joko Widodo tentang Impian Indonesia 2015-2085
Tulisan tangan Presiden Joko Widodo tentang Impian Indonesia 2015-2085

Apa itu Ekspedisi Kapsul Waktu

Ekspedisi Kapsul Waktu digelar guna mengumpulkan impian masyarakat di seluruh provinsi itu.

Ekspedisi ini dimulai pada 17 September 2015. Acara pelepasan berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta. Seremoni pelepasan dipimpin Menteri Sekretaris Negara Pratikno, yang didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Perjalanan Ekspedisi Kapsul Waktu merupakan perjalanan yang besar, akan melewati 34 Provinsi, menempuh perjalanan 30.500 km mulai dari Aceh (Merauke) pada tanggal 22 September 2015 dan berakhir pada tanggal 21 Desember di Merauke", kata Ketua Ekspedisi Kapsul Waktu, Nick Nurahman, dalam sambutannya saat acara pelepasan.

Pernyataan juga datang dari Abdee Negara, sebagai salah satu penggagasnya. "Ekspedisi ini memiliki misi mengumpulkan dan merajut impian seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan menyatukannya sehingga kita memiliki impian bersama," kata Abdee, termuat di laman Kementerian Sekretaris Negara (28/12).

Bagian dari Gerakan Nasional Ayo Kerja

Ekspedisi Kapsul Waktu merupakan inisiatif dari Gerakan Nasional Ayo kerja, yang diresmikan Presiden Jokowi pada 10 Maret 2015, di titik nol Sabang, Pulau Weh, Aceh. Gerakan ini merupakan bagian dari peringatan 70 tahun Indonesia Merdeka.

Dalam menggelar ekspedisi ini, Gerakan Nasional Ayo Kerja bekerjasama dengan kementerian-kementerian, dan lembaga-lembaga di tingkat pusat. Demikian pula di tiap daerah persinggahan, mereka bahu-membahu bersama pemerintah setempat dan elemen masyarakat sipil dari beragam latar belakang.

Di tiap persinggahan, mereka menggelar beragam ekspresi seperti pertunjukan seni, kegiatan ilmiah, aktivitas olah raga, pelatihan keterampilan, festival, hingga karnaval budaya.

Sebagai tambahan informasi, Anda bisa menyimak catatan perjalanan Ekspedisi Kapsul Waktu di situs Gerakan Nasional Ayo Kerja.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OxfXcW
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat