Jaksa ungkap permufakatan Gatot dengan Kaligis suap hakim

Gubernur nonaktif Sumatra Utara yang juga sebagai tersangka Gatot Pujo Nugroho melambaikan salam kepada wartawan sesaat tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/12).
Gubernur nonaktif Sumatra Utara yang juga sebagai tersangka Gatot Pujo Nugroho melambaikan salam kepada wartawan sesaat tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/12).

Gubernur nonaktif Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti menjalani sidang perdana dalam kasus suap terhadap hakim PTUN Medan, Rabu (23/12/2015). Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap permufakatan antara Gatot dengan tim pengacara OC Kaligis sehingga berbuntut rasuah kepada hakim PTUN Medan.

Permufakatan Gatot dan tim pengacara Kaligis terjadi ketika Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara memanggil Ahmad Fuad Lubis (Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut) dan Sabrina (Plh Sekda Sumut), untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi dana Bansos, BDB (Bantuana Dana Bawahan), BOS dan DBH (Dana Bagi Hasil). Dalam surat panggilan itu, nama Gatot Pujo tertulis sebagai pelaku.

Upaya Kejaksaan memanggil Fuad Lubis berusaha digagalkan oleh Gatot karena khawatir ikut diseret kasus. Pertemuan intensif Gatot dan pengacara Kaligis dilakukan untuk menyusun rencana menggagalkan upaya penyidikan. OC Kaligis membentuk tim untuk menangani kasus Gatot, salah satu anggota tim adalah M Yagari Bastara Guntur alias Gary.

"Dalam pertemuan OC Kaligis mengusulkan untuk mengajukan permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumut ke PTUN Medan agar panggilan tersebut tidak mengarah kepada terdakwa I (Gatot)," kata Jaksa Irene Putrie saat membacakan dakwaannya di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dilansir CNN Indonesia, Rabu (23/12).

Gatot melalui Gary akhirnya menggelontorkan uang USD27 ribu dan 5 ribu dolar Singapura kepada hakim PTUN Medan yakni Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta panitera Syamsir Yusfan.

Uang tersebut diberikan dalam beberapa kesempatan sebelum dan sesudah keputusan hakim PTUN Medan. Pada 7 Juli 2015, hakim mengeluarkan amar putusan yang menyatakan upaya pemanggilan dari kejaksaan merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang.

Jaksa, dikutip Detik.com, menganggap Gatot melakukan suap berulang. Ia didakwa melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Gatot dan Evy juga didakwa menyuap Patrice Rio Capella yang kala itu menjabat anggota Komisi III DPR RI periode 2014-2019 dan Sekretaris Jenderal Partai NasDem (2013-2015). Gatot dan Evy didakwa telah memberikan uang sebesar Rp200 juta kepada Rio melalui anak buah Kaligis, Fransisca Insani Rahesti.

Duit tersebut diberikan agar Rio dapat mempengaruhi pejabat Kejaksaan Agung sebagai mitra kerja Komisi III DPR. Dakwaan terhadap Gatot karena menyuap Rio adalah pasal 5 ayat (1) dan/ atau Pasal 13 undang-undang no 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Suap terhadap hakim PTUN Medan terus melebar sehingga Gatot masih dihadang dua kasus lainnya, yaitu korupsi dana hibah dan suap DPRD Sumatra Utara. Kejaksaan Agung menetapkan Gatot sebagai tersangka koruupsi dana hibah karena dianggap tidak melakukan verifikasi penerima dana hibah dan bansos tahun 2012-2013.

Gatot juga diduga menyuap lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2015, yaitu Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Ajib Shah, Kamaludin Harahap, dan Sigit Pramono Asri. Suap itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumatera Utara 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumatera Utara 2014 dan 2015, serta terkait penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumatera Utara tahun 2015.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1U4bwo4
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat