Ihwal maskot Asian Games 2018 yang kebanjiran kritik

Wakil Presiden Jusuf Kalla, bersama Menpora Imam Nahrawi, dalam peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018, di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan (27 Desember 2015).
Wakil Presiden Jusuf Kalla, bersama Menpora Imam Nahrawi, dalam peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018, di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan (27 Desember 2015).

Sosoknya terinspirasi dari burung cenderawasih, satwa dilindungi yang bisa dijumpai di Papua. Demikian pula namanya, Drawa, diambil dari penggalan kata "cen-DRAWA-sih". Ia mengenakan baju pencak silat, olah raga asli nusantara. Pada leher terkalung medali, perlambang prestasi.

Demikian penampilan Drawa, maskot Asian Games 2018. Menurut rencana, pesta olah raga negara-negara Asia itu akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Adapun peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018, telah berlangsung di Plasa Selatan Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu pagi (27/12/2015).

"Cenderawasih burung yang indah dan sering disebut sebagai Paradise Bird. Maskotnya garang, tapi nanti medalinya jangan jarang," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam acara itu, sebagaimana dilansir AntaraNews.

Beberapa hari setelah diluncurkan, maskot Asian Games 2018 itu justru menuai kritik.

Sebuah artikel di DetikSport, menyoroti tampilan Drawa, sembari membandingkannya dengan maskot pesta olah raga lain. Misalnya dengan A Xiang, A He, A Ru, A Yi, dan Le Yangyang, yang menjadi maskot Asian Games 2010.

"Bahkan, jika dibandingkan dengan maskot Piala Dunia 2002 (Jepang dan Korea Selatan), yakni Ato, Nik, dan Kaz, Drawa masih terlihat kalah modern. Padahal, Ato, Nik, dan Kaz berasal dari dekade yang berbeda," demikian salah satu petikan paragraf artikel itu.

Rabu (30/12), kritik tentang Drawa telah mengantarkan kata kunci "Asian Games" dan "Cendrawasih" masuk tren Twitter Indonesia. Beberapa tweeps bahkan menyebut tampilan Drawa lebih mirip ayam, ketimbang cenderawasih yang diklaim sebagai inspirasi.

Di linimasa, sutradara, Joko Anwar, menjadi salah satu pesohor yang aktif mengirim kritik seputar Drawa. "Kearifan lokal nggak musti caur dan malu-maluin. Ayolah, masak bangsa kita jagonya korupsi doang?" tulisnya di akun @jokoanwar.

Ia pun menambahkan, Indonesia tak kekurangan desainer mumpuni, untuk sekadar membuat maskot.

Sementara itu, CNN Indonesia mengutip pernyataan Agustina Kusuma, Dosen Desain Komunikasi Visual di Universitas Pasundan (Unpas) dan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

"Sepertinya yang terjadi pada maskot adalah deformasi dari cenderawasih, maka dari itu banyak orang mengatakan tidak mirip, karena memang sepertinya disengaja dirancang tidak benar-benar mencerminkan realitasnya," ujar Agustina.

Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menjelaskan bahwa pihaknya terbuka menerima kritik dan saran dari masyarakat Indonesia.

"Kami terbuka menerima saran apapun agar maskot Asian Games 2018 menjadi lebih hidup dan menarik dilihat," kata Imam, saat Refleksi Akhir 2015 di Media Center Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta (28/12).

Imam pun mengaku bahwa Drawa masih menuai banyak kritik, termasuk dari para seniman. "Nanti kami akan perbaiki lagi, mungkin dari segi warnanya, atau bentuknya biar maskot ini lebih hidup," kata dia.

Menurutnya, maskot ini masih bisa diperbaiki, karena belum didaftarkan kepada Olympic Council of Asia (OCA). Adapun logo yang juga menggunakan burung cenderawasih sebagai bentuk dasarnya, telah didaftarkan ke OCA.

Sebelumnya, 20 Desember 2015, beredar pemberitaan bahwa Kemenpora akan menggelar sayembara seiring persiapan Asian Games 2018.

Dikutip TribunNews, saat itu, Menteri Imam menyebut sayembara bakal digelar awal Januari 2016, meliputi logo, maskot, dan jingle resmi. Adapun Pengumuman pendaftaran akan disampaikan Kemenpora lewat situs resmi, dan media.

Namun, sepekan kemudian (28 Desember), maskot dan logo Asian Games 2018 justru diluncurkan. Kini, setelah menuai banya kritik, Kemenpora dikabarkan akan menggelar (kembali) sayembara maskot Asian Games 2018.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1OwZFRs
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat