Harga premium turun menjadi Rp7.150, solar Rp5.950

Petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi melakukan uji takar dengan memakai bejana ukur terhadap dispenser BBM di salah satu SPBU di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (8/12).
Petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi melakukan uji takar dengan memakai bejana ukur terhadap dispenser BBM di salah satu SPBU di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (8/12).

Pemerintah memutuskan menurunkan harga bahan bakar jenis premium dan solar mulai 5 Januari 2016. Harga premium menjadi Rp7.150 dan solar Rp5.950.

Detik.com melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia, Sudirman Said mengumumkan penurunan harga tersebut, di Istana Negera Rabu (23/12/2015).

Harga Premium saat ini adalah Rp7.300 per liter dan turun Rp150 per/liter. Sudirman mengatakan harga keekonomian premium sebenarnya Rp6.950 per liter. "Karena ada pungutan dana ketahanan energi Rp 200/liter untuk premium, maka harga premium jadi Rp7.150/liter," kata Sudirman.

Pada Oktober lalu, pemerintah menurunkan harga solar menjadi Rp6.700, sedangkan premium tetap. Sudirman mengatakan harga keekonomian solar ini adalah Rp5.650 per liter, termasuk subsidi Rp1.000 per liter.

Dengan ditambah dana ketahanan energi Rp300 per liter, harga solar mulai Januari 2016 nanti menjadi Rp5.950 per liter. Jadi, harga solar turun Rp800 per liter.

Penurunan harga BBM subsidi mengacu pada harga minyak dunia. Dikutip Katadata, harga rata-rata bulanan minyak dunia periode Oktober-Desember 2015 sekitar US$ 40,55 per barel. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Penurunan harga premium dan solar tak serta merta membuat ongkos angkutan umum naik. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dilansir Kompas, mengatakan tarif angkutan bisa saja ikut turun kalau bahan bakar turun sampai Rp1.000-2.000.

Jonan menuturkan, penyesuaian tarif angkutan umum mempertimbangkan harga BBM dan kurs rupiah. "Kalau rupiah menguat, tarif transportasinya otomatis turun. Kanspare part-nya banyak yang impor, atau bahan baku spare part-nya impor," ujar Jonan.

Daftar harga bahan bakar bersubsidi
Daftar harga bahan bakar bersubsidi


from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ThaTYa
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat