Hadiah natal dari The Beatles dan Sondre Lerche

Album-album The Beatles kini telah bisa dinikmati melalui layanan pengaliran musik
Album-album The Beatles kini telah bisa dinikmati melalui layanan pengaliran musik

Berbeda dengan Adele yang menolak album terbarunya dipajang di layanan pengaliran musik, kelompok The Beatles yang juga asal Inggris justru bertindak sebaliknya.

Dalam situs resminya (23/12/2015), kelompok asal Liverpool itu mengumumkan bahwa lagu-lagu mereka kini bisa dinikmati di layanan music streaming mulai 24 Desember 2015.

Katalog lagu pelantun "Hey Jude" itu dapat dinikmati di Apple Music, Deezer, Google Play, Microsoft Groove, Amazon Prime, Rhapsody, Spotify, Slacker, dan Tidal.

Mulai dari album perdana Please Please Me (1963) hingga album pamungkas Let it Be (1970), plus empat album kompilasi seperti 1962-1966 (1973), 1967-1970 (1973), Past Masters (1980), dan 1 (2000) semua telah tersaji dan siap didengarkan.

Ini ibarat kado Natal yang indah buat para Beatlemania, sebutan untuk penggemar The Beatles. Sejak bisnis layanan pengaliran musik merebak seturut berpindahnya kebiasaan menikmati musik dari format fisik ke digital, band yang awalnya bernama The Quarrymen itu telah diharapkan segera menghadirkan album-album mereka agar bisa dinikmati secara streaming.

Terry McBride, manajer kelompok Fun. dan dan Father John Misty, kepada Rolling Stone (23/12) bahkan berujar bahwa seharusnya The Beatles mengambil keputusan ini sejak tahun lalu.

"Mereka akan kehilangan setidaknya sekitar USD10 juta (Rp136 miliar) jika tidak melakukannya. Karena saya yakin ada banyak orang, mungkin jumlahnya jutaan, penggemar yang belum mendengarkan lagu-lagu The Beatles," lanjut McBride.

Kelompok berjuluk The Fab Four itu memang tergolong telat jika sudah berbicara perihal penetrasi ke dalam bentuk medium musik masa depan.

Ambil contoh ketika format cakram padat alias compact disc telah merebak sejak awal dekade 80-an, band ini baru merilis album-albumnya dalam format tersebut pada 1987.

Pun saat iTunes Music Store telah dibuka mulai 2003, Paul McCartney dkk baru menjalin kerja sama pada 2010. Dilansir Fortune (16/11/2010), kerja sama itu membuat The Beatles terikat kontrak eksklusif alias tidak boleh memasarkan karya-karya digitalnya selain di iTunes selama empat tahun. Tidak diketahui berapa nominal dari kesepakatan tersebut.

Meski telat setahun usai kontrak eksklusifnya rampung, Alex Luke (mantan eksekutif musik untuk Apple dan EMI) menilai tidak ada kata terlambat bagi The Beatles untuk terjun dalam ranah pengaliran musik yang dianggap sebagai bisnis masa depan.

THE BEATLES NOW STREAMING

Sondre Lerche bawakan versi baru "Hotline Bling"

Sondre Lorche hadiahkan versi anyar Hotline Bling untuk penggemarnya
Sondre Lorche hadiahkan versi anyar Hotline Bling untuk penggemarnya

Lain The Beatles, lain pula Sondre Lerche. Penyanyi asal Norwegia ini memberikan kado Natal berupa lagu gratis yang dapat diakses melalui akun Soundcloud.

Lagu tersebut merupakan versi anyar dari "Hotline Bling" milik Drake, rapper asal Kanada yang oleh majalah musik Spin diberi gelar sebagai "Artis Terbaik 2015".

Versi asli lagu tersebut yang sudah sangat catchy sontak berubah menjadi lebih mengentak dengan penggunaan synthesizer dan drum machine. "Hotline Bling" di tangan Lorche menjadi sebuah lagu new wave ala Depeche Mode atau Devo yang populer pada dekade 80-an.

Dalam pengantarnya, penyanyi berumur 33 tahun tersebut menulis bahwa tidak ada lagu rilisan 2015 yang sangat ingin dinyanyikannya selain "Hotline Bling".

"Selama 10 jam saya merekam lagu ini di Skogen Studio, Bergen, Norwegia, bersama Matias Tellez yang bertugas merekam, me-mixing, dan memproduseri. Kebetulan Tellez juga memilih Hotline Bling sebagai salah satu lagu favoritnya," tulis Lorche.

Merilis satu lagu daur ulang setiap jelang Natal telah menjadi kebiasaan penghasil album Two Way Monologue (2004) itu. "Hotline Bling" adalah hadiah Natal keenamnya.

Tahun lalu ia melakukan hal serupa untuk lagu "Chandelier" yang aslinya dinyanyikan Sia. Lorche menghabiskan waktu 12 jam untuk memikirkan konsep musik dan merekam lagu tersebut. Dua tahun sebelumnya, lagu "Wrecking Ball" kepunyaan Miley Cyrus yang dijadikannya sebagai hadiah Natal.

"Terima kasih sudah mendengarkan, pedulia, dan berbagi musik saya di manapun anda berada. Itu sangat berarti buat saya. Semoga kita semua bisa saling menginspirasi satu sama lain. Selamat berlibur dan doa terbaik untuk anda semua," pungkas Lorche.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1ONSHlc
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat