Dukungan #KTPuntukAhok penuhi syarat minimal

Masyarakat DKI Jakarta menunjukkan baju yang bertuliskan 'KTP Gue Udah Buat Ahok' saat memberikan dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mall Ambasador, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2015. Dukungan Ahok sudah mencapai 533 ribu KTP.
Masyarakat DKI Jakarta menunjukkan baju yang bertuliskan 'KTP Gue Udah Buat Ahok' saat memberikan dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mall Ambasador, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2015. Dukungan Ahok sudah mencapai 533 ribu KTP.

Seiring momen Hari Natal, pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama, berhasil melewati jumlah minimal sebagai syarat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.

Hingga berita ini ditulis (26/12/2015), kampanye #KTPUntukAhok telah sukses mengumpulkan 533.374 KTP. Capaian itu melewati syarat minimum pengumpulan KTP yaitu sekitar 525 ribu KTP.

Menurut salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo, para relawan mendedikasikan keberhasilan itu sebagai hadiah natal untuk sang Gubernur. "Ini dukungan dari ratusan ribu warga Jakarta yang berterima kasih atas kinerja Pak Gubernur," kata dia, dikutip dari situs resmi Teman Ahok.

Teman Ahok, seperti dilansir Kompas.com, merupakan organisasi relawan yang mengumpulkan KTP demi mengusung Ahok lewat jalur perseorangan, dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Mereka rajin jemput bola ke berbagai daerah di Jakarta, untuk mengumpulkan KTP.

Lewat jalur perseorangan, Ahok butuh 525 ribu KTP, mengacu pada keputusan Mahkamah Konstitusi.

Seperti disiarkan Liputan6.com, Mahkamah Konstitusi, dalam putusannya (29 September 2015), mengubah syarat pencalonan perseorangan dalam Pasal 41 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pilkada. Syarat jumlah dukungan, pada kata 'jumlah penduduk' diubah menjadi 'jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)'

Perubahan pasal itu, membuat Ahok tidak perlu lagi mengumpulkan jumlah KTP sebanyak 7,5 persen dari jumlah penduduk Jakarta, yang diperkirakan berada di kisaran 12,5 juta jiwa, yaitu sebanyak 937,5 ribu KTP.

Bila merujuk kepada jumlah DPT dalam Pilgub DKI 2012 yang mencapai 7 juta jiwa, Ahok hanya perlu mengumpulkan jumlah dukungan di kisaran 525.000 KTP untuk dapat maju sebagai kandidat perseorangan di Pilgub.

Namun, Ahok pernah menegaskan bahwa dirinya akan maju sebagai calon independen, jika Teman Ahok bisa meraih satu juta KTP--sesuai target mereka.

"Saya akan menempuh jalur independen, dengan segala risiko. Sekarang kan saya sudah independen lawan semuanya," ujar Ahok, dikutip Detikcom, Kamis (15/10). Apalagi, menurut dia, hingga sekarang belum ada partai yang terang-terangan mendukung.

Sebagai pembanding, dengan pencapaian pengumpulan KTP ini, Ahok telah menyamai lima besar perolehan suara partai politik dalam Pemilihan Legislatif DKI Jakarta 2014.

Hanya tiga partai yang masih mengungguli 'suara' Ahok. Yakni PDIP dengan 1.410.173 suara, Gerindra dengan memiliki 610.780 suara, dan sudah menempel PKS yang punya 537.905 suara.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/22snuxT
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat