Ditekan dunia internasional, Indonesia tunda hukuman mati

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menempelkan stiker "stop narkoba" di dinding salah satu mini market di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/11).
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menempelkan stiker "stop narkoba" di dinding salah satu mini market di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/11).

Pemerintah memutuskan untuk menunda eksekusi mati jilid III tahun ini. Penundaan hukuman mati terhadap terpidana narkotika dilakukan, menurut Menko Polkam Luhut B Pandjaitan, karena Indonesia masih fokus untuk memulihkan kondisi ekonomi.

"Kami belum berpikir melakukan hukuman mati sepanjang ekonomi kita masih seperti ini," kata Luhut seperti dilansir Kompas.

Namun, menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso, penundaan itu dikarenakan pemerintah mendapat tekanan dari dunia internasional. "Memang kalau timbul protes dari negara lain tentang hukuman mati, kita perlu tunda. Namun artinya bukan berarti batal," ungkap Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso, kepada BBC Indonesia.

Buwas, begitu mantan Kabareskrim Polri biasa disapa, mengatakan Indonesia perlu "mengevaluasi" dan berkomunikasi lebih lanjut dengan negara-negara yang tidak setuju dengan pemberlakuan hukuman mati terhadap pengedar narkoba. "Ada masukan dari negara lain, harus kita tampung," katanya.

Hubungan Indonesia dengan Australia, Belanda, Prancis dan Brasil tahun ini sempat renggang setelah warga negara dari empat negara itu dieksekusi mati dalam kasus perederan narkoba, meskipun diwarnai protes dari dunia internasional.

Berdasarkan data Kejaksaan Agung hingga awal 2015, ada 64 napi narkotika yang divonis dengan hukuman mati. Dari jumlah itu pemerintah telah mengeksekusi 14 orang.Eksekusi pertama dilakukan terhadap 6 orang pada 18 Januari 2015. Sedangkan eksekusi kedua dilakukan terhadap 8 orang pada 29 April 2015.

Eksekusi ketiga mestinya dilaksanakan pada tahun ini namun pemerintah memutuskan menundanya.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan, pelaksanaan eksekusi mati tahap ketiga akan dilakukan pada 2016. Eksekusi mati akan diprioritaskan untuk terdakwa kasus narkotika yang sudah melewati upaya hukum. "Itu harus jadi perhatian kita lagi. Penegakan hukum harus jalan terus," ujarnya.

Menurut Prasetyo, langkah serius Indonesia dalam memberantas narkoba ini tak bakal diusik negeri tetangga. "Negara tetangga juga apresiasi kita kok karena narkoba musuh bersama," ujarnya.

Kepastian akan adanya eksekusi tahap III ini disambut gembira Budi Waseso. Sebab, kata Buwas, saat ini bandar narkoba masih leluasa mengendalikan barang haram meski berada di balik penjara. "Kalau tidak segera dieksekusi, biar mereka mati dimakan buaya," ujarnya.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1U60G0R
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat