Di balik lengsernya James Moffett dari Freeport-McMoRan

James R. Moffett, pasca bertemu Presiden Joko Widodo untuk membicarakan keberlangsungan bisnis Freeport di Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, (2/8/2015)
James R. Moffett, pasca bertemu Presiden Joko Widodo untuk membicarakan keberlangsungan bisnis Freeport di Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, (2/8/2015)

Direktur Utama (Executive Chairman) dan salah satu pendiri perusahaan Freeport-McMoRan, James Moffett akan mengundurkan diri dari jabatannya. Pria 77 tahun yang akrab disapa Jim Bob itu akan digantikan oleh Direktur Independen (non-eksekutif), Gerald J Ford, aktif per 31 Desember 2015.

Menurut laporan Wall Street Journal, turunnya Moffett tak lepas dari desakan investor baru Freeport, Carl Icahn, yang juga dikenal sebagai "investor aktivis". Istilah bagi Icahn (79) ini mengemuka sejak 1979, menggambarkan aksi investor yang mampu menggalang suara publik untuk menekan kebijakan perusahaan sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan misi-visinya.

"Saat kinerja sebuah perusahaan memburuk, sesuatu harus dilakukan terhadap manajemen perusahaan itu untuk memastikan imbal balik bagi para pemegang saham," demikian cara berpikir Icahn.

Icahn, pemilik 8,5 persen saham Freeport per 22 September silam, mengkritik belanja perusahaan, struktur kepemilikan modal, serta kompensasi untuk para eksekutif yang berlebihan. Dilansir Reuters, masuknya Icahn "memaksa" perusahaan tambang, minyak dan gas itu mengumumkan pengurangan direkturnya dari 16 menjadi 9 orang, dan memisahkan operasi bisnis migas dengan tambang mereka.

Freeport-McMoRan merupakan induk perusahaan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menguasai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Moffett yang turut mendirikan McMoRan Oil & Gas Co. pada 1969, menyatukannya dengan dengan Freeport Minerals Co. pada 1981. Penemuan tambang Grasberg di Papua, adalah salah satu puncak prestasinya bersama Freeport.

Belakangan, PTFI sedang diguncang skandal "papa minta saham", dan menanti kepastian perpanjangan kontrak dari pemerintah Indonesia. Adapun kontrak karya mereka di Indonesia akan berakhir pada 2021, dengan opsi perpanjangan dua kali selama masa kontrak, masing-masing dengan durasi 10 tahun.

Meski mundur setelah berkuasa sejak 2003, Moffett tetap menjadi konsultan Freeport untuk PTFI sebagai Direktur Emeritus, dengan gaji USD1,5 juta atau sekitar Rp20 miliar per tahun. Ia masih akan terlibat dalam negosiasi perpanjangan kontrak dengan Indonesia. Menurut Bloomberg, dia juga akan menerima uang pesangon USD16,1 juta (Rp209 miliar), dan USD63,3 juta uang pensiun.

Kolumnis Reuters, Kevin Allison, menulis saham Freeport "terjun bebas" sekitar 80 persen sejak membuat dua kesepakatan bisnis yang kontroversial pada akhir 2012. Akuisisi dua perusahaan minyak dan gas, Plains Exploration & Production, dan McMoRan Exploration dengan total nilai USD20 miliar termasuk utang, dinilai "off side".

"Sejak (Moffett) menjadi direktur, saham (Freeport) menukik dari USD60 menjadi USD7," ujar analis Tigress Financial Partners, Ivan Feinseth yang dilansir Reuters. "Dan saat harga saham sedang mendekati USD60, mereka malah memutuskan untuk mendiversifikasikan bisnis ke perminyakan... itu kebijakan yang buruk," imbuhnya.

Selain itu, isu tak sedap muncul di balik akuisisi tersebut. Moffett memiliki sebagian saham McMoRan Exploration, sedangkan bos perusahaan Plains, James Flores, juga bagian dari jajaran direksi di McMoRan. Pada Januari silam, Freeport sampai harus menggelontorkan USD138 juta untuk menutup tuntutan hukum para investor atas kebijakan berbau konflik kepentingan itu.

Bisnis Freeport, dilaporkan ABC News, sedang tak mengilap tahun ini. Nilai tembaga turun hingga lebih dari 26 persen. Senin (28/12) siang, saham Freeport-McMoRan kembali melorot 61 sen, atau 8,1 persen, menjadi USD6,95 per lembar. Namun menurut Kevin Allison, masuknya Icahn akan membawa perubahan positif pada Freeport.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1IzZzWW
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat