Chelsea jadi penentu nasib Van Gaal

Ekspresi Louis van Gaal saat Manchester United ditekuk tuan rumah Stoke City 2-0 pada Sabtu (26/12/2015)
Ekspresi Louis van Gaal saat Manchester United ditekuk tuan rumah Stoke City 2-0 pada Sabtu (26/12/2015)

Tekanan bagi manajer Manchester United (MU) Louis van Gaal mencapai puncak. Selain ditekan gosip Jose Mourinho, manajer asal Belanda itu bakal menerima nasib buruk apabila gagal menang atas Chelsea --klub yang memutus kontrak Mourinho pekan lalu-- dalam lanjutan EPL dini hari nanti (29/12/2015).

Van Gaal gagal menghindari kekalahan dalam empat laga beruntun EPL. Bagi MU, menurut AFP, ini adalah rekor terburuk sejak 1961.

Nilai rata-rata per laga yang diperoleh MU di bawah asuhan Van Gaal juga turun 0,0008 dibanding nilai rata-rata MU di bawah penanganan manajer terdahulu, David Moyes.

Saat ini MU mengumpulkan nilai 29 usai bertanding 18 kali di EPL. Ini adalah nilai terendah yang pernah diraih MU dalam kurun pertandingan yang sama. Artinya pada hal ini, Moyes lebih baik dibanding Van Gaal.

Situasi buruk ini berefek pada kepercayaan diri para pemain. Kapten Wayne Rooney, seperti dikutip The Irish Times, mengatakan kepercayaan diri skuat MU sedang anjlok.

Namun bukan berarti para pemain MU lesu darah. "Kami sedang bekerja keras dan berjuang agar manajer bisa meraih hasil bagus serta mengubah perjalanan musim ini. Penting bagi kami untuk tetap kompak," kata Rooney sebelum dikalahkan Stoke.

Van Gaal paham berada dalam masa sulit. Dalam jumpa pers usai kalah dari Stoke, manajer berusia 64 ini mengatakan bakal mundur apabila terpaksa. Dia memilih mundur ketimbang dipecat.

Manajemen MU sempat dikabarkan bakal mempertahankan Van Gaal hingga kontrak berakhir pada 2017. Bisa jadi ini sinyal ada klausul uang penalti yang besar dalam kontrak dua belah pihak bila terjadi pemecatan.

Tapi kabar itu terjadi sebelum MU kalah tiga atau bahkan empat kali beruntun. Artinya, ketika masalah berlarut, apalagi bila kalah dari Chelsea, nasib Van Gaal di Old Trafford bakal selesai.

"Saya akan bicara dulu dengan direksi, staf, dan para pemain (bila ingin mundur)," kata Van Gaal.

Dikutip The Guardian, manajer yang pernah juara liga domestik bersama AZ Alkmaar, Ajax Amsterdam, Barcelona, dan Bayern Muenchen membantah "filosofinya" tak bekerja baik di MU. Van Gaal mengatakan situasi sulit ini hanya soal penilaian publik.

"Kami mengalami kemajuan. Sebulan lalu kami memimpin klasemen EPL, mungkin Anda ingat itu? Kemudian kami kalah pada sejumlah pertandingan penting dan sekarang harus bangkit. Situasi ini lebih sulit dibanding musim lalu.

"Orang-orang memberi penilaian berbeda, itu yang terjadi dan kami harus menerima itu."



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1Ou85ZJ
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat