95 persen warga Indonesia anggap agama penting dalam kehidupan

Seorang anak menaiki replika burung saat mengikuti Kirab Ampyang Maulid, di Desa Loram, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (24/12). Kirab digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Seorang anak menaiki replika burung saat mengikuti Kirab Ampyang Maulid, di Desa Loram, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (24/12). Kirab digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

95 persen warga Indonesia menganggap agama sebagai hal yang penting dalam hidup. Hal itu terungkap dalam riset Pew Research Center (23 Desember 2015).

Hasil riset itu menempatkan Indonesia pada posisi ketiga, di bawah dua negara Afrika: Ethiopia (98 persen), dan Senegal (97 persen). Indonesia juga meninggalkan negara-negara di kawasan Asia dalam perkara religius ini. Misalnya: Pakistan (93 persen), Filipina (87 persen), dan Malaysia (84 persen).

Riset ini juga menyimpulkan, negara-negara miskin cenderung lebih religius, dibanding negara maju.

Adapun data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, komposisi pemeluk agama di Indonesia: Islam 207,2 juta jiwa (87,18 persen), Kristen 16,5 juta jiwa (6,96 persen), Katolik 6,9 juta jiwa (2,91 persen), Hindu 4,01 juta jiwa (1,69 persen), Budha 1,7 juta jiwa (0,72 persen), dan Khong Hu Cu 117,1 ribu jiwa (0,05 persen).

Dalam persentase, tingkat kepercayaan warga terhadap agama sebagai sesuatu yang penting dalam hidup.
Dalam persentase, tingkat kepercayaan warga terhadap agama sebagai sesuatu yang penting dalam hidup.

Ancaman paham ekstrem

Dengan tingkat kepercayan atas agama yang tinggi, serta status sebagai negara mayoritas Muslim, boleh jadi ada ketakutan bila Indonesia disusupi paham ekstrem.

Misalnya, Jaksa Agung Australia, George Brandis, yang mengingatkan Indonesia soal bahaya perluasan paham Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS, IS, ISIS, atau Daesh). Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi Indonesia - Australia, pekan lalu.

"Anda pernah mendengar ungkapan 'khalifah jauh'? ISIS memiliki niat untuk mendirikan kekhalifahan di luar Timur Tengah, semacam kekhalifahan skala provinsi. (Dan) Telah mengincar Indonesia," kata Brandis.

Namun, pernyataan itu diragukan Greg Fealey, seorang ahli politik Indonesia dan Islam dari Australian National University. "Kebanyakan sarjana, yang fokus mengamati ISIS di Asia Tenggara dan khususnya di Indonesia, tak yakin bila ISIS punya rencana besar di Indonesia," kata Fealey dilansir The Guardian.

Di sisi lain, The New York Times dan BBC, dalam sebulan terakhir menurunkan liputan panjang ihwal dunia Muslim di Indonesia. Kedua liputan menyimpan semangat positif, dengan merekam sejumlah usaha menjaga Indonesia dari paham ekstrem.

Mike Thompson dari BBC, dalam artikelnya, menyinggung tentang "Islam Nusantara". Lebih kurang, "Islam Nusantara" disebutnya sebagai wajah Islam nan toleran, dan berkesesuaian dengan Pancasila, sebagai falsafah Indonesia. Wajah inilah yang diajukan sebagai tandingan atas potensi menguatnya paham ekstrem di Indonesia.

Meski begitu, Thompson juga mencatat perubahan wajah Indonesia. "Ketika saya pertama kali datang ke Indonesia 20 tahun yang lalu, hanya sedikit tanda keislaman yang nampak di jalanan. Sekarang, lebih banyak orang yang mengenakan pakaian tradisional, dan hijab," tulis Thompson.

Nada optimistis juga terasa dalam liputan Jow Cochrane dari The New York Times. Antara lain, dalam artikelnya, Cochrane mengutip pernyataan dari Azyumardi Azra, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Azyumardi menyinggung soal kelemahan Islam Timur Tengah yang disebutnya memiliki masalah rasialisme agama. "Mereka merasa, orang-orang Arab lah sosok Muslim yang nyata (ideal) dan yang lain tidak," kata dia.

Cochrane juga mengulas usaha Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi muslim terbesar di Indonesia, mengampanyekan "Islam Nusantara".

"Setiap aspek dan ekspresi agama harus dijiwai dengan cinta dan kasih sayang, serta menumbuhkan kesempurnaan sifat dasar manusia," kata KH. Ahmad Mustofa Bisri, ulama NU, dinukil The New York Times.



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1YLnjyz
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat