63 penumpang kapal Marina tewas, 13 hilang

Tim SAR mengangkat korban KM Marina Baru 2B di atas kapal KN-Pacitan di Pelabuhan Tobaku, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/12).
Tim SAR mengangkat korban KM Marina Baru 2B di atas kapal KN-Pacitan di Pelabuhan Tobaku, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/12).

Tim Badan SAR Nasional berhasil menemukan 103 orang dari 116 orang penumpang Kapal Motor Marina Baru. 2B Dari jumlah itu, 63 orang dipastikan tewas dan 40 orang selamat.

Data itu, menurut Kepala Humas Badan SAR Zainur Thahar, merupakan data yang masuk hingga Kamis (24/12/2015).

Proses identifikasi, menurut Zainur, dipusatkan di RS Bhayangkara Makassar.

Berdasarkan manifes, saat tenggelam kapal itu mengangkut 116 penumpang. Artinya, masih ada 13 penumpang lain yang saat ini belum ditemukan. Sisa waktu yang dimiliki TIM SAR tinggal 2 hari dari 7 hari waktu pencarian.

KM Marina - dengan kode panggilan YB 3298 - hilang kontak dengan syahbandar dalam perjalanan dari Pelabuhan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bansalae, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (19/12).

Kapal yang berangkat pukul 12.00 WITA dan diperkirakan tiba di Bansalae pukul 15.00 WITA. Sekitar 2,5 jam melakukan perjalanan atau sekitar pukul 14.30 WITA kapal dihantam ombak lalu tenggelam.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo menduga tenggelamnya kapal itu karena faktor cuaca. "Semua katakan cuaca, tinggi air itu bisa melebihi tinggi kapal, bagaimana paniknya penumpang," katanya.

Kudus (51 tahun), salah satu korban selamat bercerita saat kapal meninggalkan pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara, suasananya terlihat menyenangkan. "Saya bersama lima teman saya hendak menuju Siwa," ujarnya seperti dikutip BBC Indonesia.

Namun semuanya berubah ketika "langit menjadi gelap dan ombak membesar".

"Tingginya sampai mungkin lima meter..." Di saat itulah, warga Polman, Sulawesi Selatan, ini mulai merasakan firasat buruk. Ia ketakutan.

"Saya mendengar ada perdebatan dari awak kapal: apakah perlu kembali ke Kolaka atau tidak. Dan akhirnya diputuskan untuk terus ke Siwa.

Ketakutannya makin tidak tertahankan ketika "mesin kapal mati". Kepanikan pun mulai menghantui para penumpang.

Di sinilah, Kudus menyaksikan pemandangan yang kelak barangkali sulit dia lupakan.

"Penumpang panik, ada yang minta doa, baca surat Yasin (salah satu surat di dalam Al Quran), anak-anak menangis, berteriak minta pertolongan... Kasihan."



from RSS Beritagar.id http://ift.tt/1RJxsHp
via Hatree Indonesia

Posting Komentar

Lagi Hangat